<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969</id><updated>2012-01-27T14:30:27.327+07:00</updated><category term='Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Riau'/><category term='Gurindam12'/><category term='Kabupaten Pelalawan'/><category term='tambang pasir'/><category term='Sayur Kangkung'/><category term='Peselancar Dunia'/><category term='Kota Pekanbaru'/><category term='Diklat Pramuwsiata/pemandu wisata'/><category term='Discovery First Mountain in Riau'/><category term='Water For Cities'/><category term='Teluk Meranti'/><category term='River Defender'/><category term='Aksi Tanam Pohon'/><category term='Selancar Dengan Gelombang Bono'/><category term='XPDC 12-12'/><category term='Sispala'/><category term='Doa Bersama'/><category term='keruh'/><category term='pencemaran'/><category term='hulu Kampar'/><category term='Sungai Senapelan'/><category term='Sungai Sail'/><category term='Kruha'/><category term='Gelombang Bono'/><category term='Hari Air Sedunia'/><category term='Kota Pekanbaru.'/><category term='Sungai Kampar'/><category term='merkuri'/><category term='Potensi wisata sekitar sungai'/><category term='Petani kangkung'/><category term='Sungai Sago'/><category term='Gunung Riau'/><category term='Aksi Mulung'/><category term='Gunung Djadi'/><category term='Mapala'/><category term='tambang emas'/><category term='Sertifikat dan Lisensi Pemandu Wisata'/><category term='Pekanbaru Medical Center'/><category term='Riau'/><title type='text'>RIVER DEFENDER</title><subtitle type='html'>Base Camp : 
(I) Jl Neraca Komplek Vila Indah Paus Blok C No 13 
(II) Jl Pembangunan II No 8 Pekanbaru Riau Indonesia.
HP: (081277072909 &amp;amp; 08526535643) 
Group FB : River Defender Team</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-3368830489923535891</id><published>2012-01-04T14:13:00.004+07:00</published><updated>2012-01-04T14:30:12.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Djadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Discovery First Mountain in Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gurindam12'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='XPDC 12-12'/><title type='text'>Menyampaikan Amanat Masyarakat Riau Dengan Doa Bersama</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Discovery First Mountain in Riau | Gunung Djadi&lt;br /&gt;XPDC 12-12 | Part 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ketujuh&lt;/span&gt; | Rabu, (4/12). Dari awal direncanakan sampai ke puncak gunung Djadi pada Minggu (1/1), namun karena beberapa halangan dan hambatan akhirnya tim berhasil sampai puncak pada Rabu (4/1) pada pukul 13.00 Wib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seluruh tim baik, hanya saja ada beberapa anggota tim yang mengelami lecet-lecet dibagian kaki. Setelah sampai di puncak, aktivitas selanjutnya adalah Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dan bendera para pendukung kegiatan ini. Ditambah dengan pembuatan tugu untuk menandakan ketinggian dari puncak Gunung Djadi ini yang ternyata ketinggian Gunung Djadi ini adalah 1.100 mdpl berdasarkan data GPS tim. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga tim akan melakukan ritual khusus yaitu memanjatkan doa bersama. Inti dari pemnajaatan doa ini adalah menyamoikan amanat dari seluruh masyarakat di Riau bahwa kondisi lingkungan di Riau saat ini sudah sangat parah, perlu segera dilakukan perbaikan terhadap itu semua. Menurut tim yang berada di Puncak Gunung Djadi, karena pada saat ini tim berada di salah satu puncak tertinggi di Riau, sehingga tim bersepakat untuk melakukan doa bersama ini. Semoga doa ini di dengar Oleh Tuhan YME. Dan semoga kondisi lingkungan di Riau bisa diperbaikai atas bantuan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Kau Tak Tuli Tuhan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-3368830489923535891?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/3368830489923535891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/menyampaikan-amanat-masyarakat-riau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/3368830489923535891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/3368830489923535891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/menyampaikan-amanat-masyarakat-riau.html' title='Menyampaikan Amanat Masyarakat Riau Dengan Doa Bersama'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-6213398530435374053</id><published>2012-01-04T14:08:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T14:10:55.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Djadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Discovery First Mountain in Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gurindam12'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='XPDC 12-12'/><title type='text'>Di Ketinggian 900 Mdpl, Oksigen Berkurang</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Discovery First Mountain In Riau | Gunung Djadi&lt;br /&gt;XPDC 12-12 | Part 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Keenam&lt;/span&gt; | Tepat pukul 10.30 WIB tim Discovery FirstMountain in Riau 03/01/2012 mendekati puncak Gunung Djadi yang berada diKabupaten Kampar. Dalam perjalanan tim menemukan berbagai flora dan fauna. Tim jugasempat mendaki cadas dalam perjalanan ke Gunung Djadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak pandang hanya 3 meter di atas ketinggian 900 meter diatas permukaanlaut, kondisinya berkabut tebal. Di ketinggian ini, tipisnya oksigen begituterasa, saat kami bernapas sedikit terasa pendek. Sejauh ini, perjalanan yangkami tempuh telah mencapai 12,93Km dan untuk mencapai puncak berdasarkan petadi GPS kami akan membutuhkan jarak tempuh sejauh 3, 01Km lagi.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalan sejauh ini, tim tidak menemui kesulitan air. Karena padalokasi selama perjalanan kami banyak menemui sumber mata air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tanda fauna yang kami jumpai yaitu bekas dan jejak cakarberuang. Identifikasi yang kami lakukan, beruang sedang mengasah kuku. Ada jugabekas jejak kaki harimau yang kami jumpai. Sedikit merinding dalam jarak tempuhmenuju Gunung Djadi ini. Namun, optimisme untuk sampai kepuncak membuat kamiterbakar semangat lagi dan membuang rasa takut dan cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk flora, kami juga menemukan seperti Kantung Semar, Anggrek, Pinus,Rotan Manau, dan Kayu Meranti. Ini menandakan kondisi hutan yang masih terjagadengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintangan demi rintangan telah kami lewati, salah satu dari sekian banyakadalah batu cadas. Kami sempat melakukan Climbing untuk melewati rintangantersebut. Dengan medan yang sedikit berat, membuat kami harus rela untuk lecet.Dan ada juga yang berdarah akibat batu cadas dan robekan duri rotan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-6213398530435374053?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/6213398530435374053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/di-ketinggian-900-mdpl-oksigen.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6213398530435374053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6213398530435374053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/di-ketinggian-900-mdpl-oksigen.html' title='Di Ketinggian 900 Mdpl, Oksigen Berkurang'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-2766997887725825186</id><published>2012-01-04T13:51:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T14:07:01.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Djadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Discovery First Mountain in Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gurindam12'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='XPDC 12-12'/><title type='text'>Merangkak &amp; Memanjat di Kemiringan 70 Derajat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Discovery First Mountain In Riau | Gunung Djadi&lt;br /&gt;XPDC 12-12 | Part 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Keempat&lt;/span&gt; | Sekitar pukul 14.54 Wib, Minggu (1/1). Saat ini tim sudah di ketinggian 739 mdpl, dan telah melewati 3 bukit sebelum mencapai puncak gunung, sehingga total bukit yang telah dilewati adalah 4 bukit, dan tersisa satu bukit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15.57 wib, Saat ini, tim sedang mencari sumber mata air. Karena persediaan air menipis. Bendera  Gurindam12 sangat berguna untuk menunaikan ibadah sholat 5 waktu. Jarak yang akan ditempuh untuk sampai ke puncak gunung sekitar 5,6 km lagi. Vegetasi tanaman sangat beragam, menurut fahmi dari tim riset mengatakan, bahwa masyarakat sangat setuju kalau kedepan potensi wsiata gunungn ini akan dikembangkan, karena dapat membuka akses jalan untuk masyarakat di desa ini, karena sering terjadi longsor.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi medan yang telah dilalui beragam, kadang landi dan kadang sangat curam. Tapi kebanyakan kondisi medan ditemui sangatlah curam. Menurut data GPS, terdapat kemiringan yang mencpai 70 derajat yang harus ditempuh. Sehingga perjalanan harus ditempuh dengan merangkak, dan juga dengan memanjat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-2766997887725825186?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/2766997887725825186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/merangkak-memanjat-di-kemiringan-70.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/2766997887725825186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/2766997887725825186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/merangkak-memanjat-di-kemiringan-70.html' title='Merangkak &amp; Memanjat di Kemiringan 70 Derajat'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-7653133126126672769</id><published>2012-01-04T13:49:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T13:51:17.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Djadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Discovery First Mountain in Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Riau'/><title type='text'>Merancang Jalur Pendakian Gunung Pertama di Riau</title><content type='html'>Discovery First Mountain in Riau | Gunung Djadi&lt;br /&gt;XPDC 12-12 | Part 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ketiga | Memasuki hari ketiga perjalanan, Sabtu (31/12) Dona Rahayu yang turut serta dalam ekpedisi ini mengabarkan melalui Short Message Service (SMS) dengan kondisi sinyal yang darurat. “Saat ini kami berada di ketinggian 341 mdpl. Pada pukul 16.45 wib. Diperkiraakan kami berada di kaki gunung jadi. Dan kami menuju sungai santi kiri. Kami telah menetapkan shelter I di ketinggian 157 mdpl, dan shelter II di ketinggian 161 mdpl. Di kedua shelter terdapat mata air kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di posisi sekarang kami tidak lagi menemukan mata air, tetapi di perkirakan pada ketinggian 500 mdpl kami akan menemukan sumber mata air. Kondisi tim sehat, tetapi sebagian tim yang tidak menggunakan sepatu boat mengalami lecet-lecet. Dan kami telah melewati puncak tertinggi pertama dari bukit santi dengan ketinggian 318 mdpl. Dari GPS kami akan melewati 4 puncak lagi dan total puncak sebelum puncak tertinggi kami akan melewati 5 puncak secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-7653133126126672769?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/7653133126126672769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/merancang-jalur-pendakian-gunung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7653133126126672769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7653133126126672769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/merancang-jalur-pendakian-gunung.html' title='Merancang Jalur Pendakian Gunung Pertama di Riau'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-6628319178381971189</id><published>2012-01-04T10:48:00.003+07:00</published><updated>2012-01-04T10:53:36.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Djadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Discovery First Mountain in Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gurindam12'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='XPDC 12-12'/><title type='text'>Air Terjun Setinggi 7 Meter Jadi Pesona Tersendiri</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Discovery First Mountain in Riau | Gunung Djadi&lt;br /&gt;XPDC 12-12 | Part 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Kedua &lt;/span&gt;| Tim XPDC ini yang terdiri dari 7 (tujuh) laki-laki diantaranya Hendra Yudhistira (Ketu&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 176px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qvliN0hV0jo/Tv1si87_-oI/AAAAAAAAAro/stVQPjJMxEc/s320/29-12-11-155431.jpg" border="0" alt="" /&gt;a Tim), AkhwanBinawan, Karya Rizki (Tim Perjalanan), Fahmi, Arif, Boim, (Tim Riset)RiandraHamdani, dan 2 (dua) perempuan yaitu Dona Rahayu, dan Aulia Siregar (TimDokumentasi) dihantarkan sampai pada titik dimana terjadinya longsor tersebut. Padahal dalam rencana awal tim akan dihantarkan sampai ke Desa Sungai Santi. Namun karena terkendala adanya longsoryang menutup setengah jalan mobil, sehingga perjalanan terhenti dan tim terpaksa harus meneruskannya dengan berjalan kaki. Setelah melakukan diskusi, tim pun akhirnya menyepakati untuk bermalam di desa sungai santi sekaligus mencari informasi sebanyak-banyaknyatentang keberadaan gunung Djadi ini. Diskusi santai di malam hari denganbeberapa orang warga mendapatkan banyak informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki hari kedua, tim melanjutkan perjalanan pada pukul 09. 30 wibpada jumat (30/12) setelah berbenah dan sarapan pagi. Jalan setapak yang kamilalui sangatlah licin akibat hujan tadi malam. Jalan menjadi berlumpur danmembuat kami harus terhenti-henti menelusuri jalan setapak ini. Seluruh kondisitim aman.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan dengan semangat tinggi. Seluruh kondisi tim aman. Pukul 10.30 wib kami menemukan air terjun dengan ketinggian 7 (tujuh) meter. Deburan airnya sangat keras membuat nanyian alam menjadi begitu mempesona. Ditambah dengan nyanyian jangkrik hutan memecah kesunyian perjalanan. Belum memasuki desa sungai santi saja kami telah dimanjakan dengan pemandangan yang sangat luar biasa. Letih memang dengan beban yang kami bawa namun semua nya terbayar setelag istirahat sejenak plus ditambah dengan nyanyian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepenjang perjalanan kami menuju desa sungai santi kami melewati vegetasi hutan pakis dan tanaman asli hutan tropis. Hutan ini terlihat alami dan masih terjaga. Hal ini dibuktikan dengan masih terlihatnya kumpulan dan jarak antar tanaman sangat rapat. Walaupun kami dengar dari masyarakat yang kami jumpai di tengah perjalanan mengatakan bahwa tanaman pakis yang ada disini sengaja ditanami, walau akhirnya mereka tidak merawatnya dengan baik, sehingga beberapa tanaman lain juga dapat tumbuh berdampingan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-6628319178381971189?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/6628319178381971189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/air-terjun-setinggi-7-meter-jadi-pesona.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6628319178381971189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6628319178381971189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/air-terjun-setinggi-7-meter-jadi-pesona.html' title='Air Terjun Setinggi 7 Meter Jadi Pesona Tersendiri'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qvliN0hV0jo/Tv1si87_-oI/AAAAAAAAAro/stVQPjJMxEc/s72-c/29-12-11-155431.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-7930474338859816797</id><published>2012-01-04T10:36:00.005+07:00</published><updated>2012-01-04T10:48:03.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Djadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Discovery First Mountain in Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='XPDC 12-12'/><title type='text'>Upacara Pelepasan Ditemani Hujan Rintik</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Discovery Firrt Mountain in Riau&lt;br /&gt;XPDC 12-12 | Part 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Pertam&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-F9IY2vW6Iyc/TwPLkeuSCsI/AAAAAAAAAsw/cA3dxfX2R5o/s320/_MG_7110%253D.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693618181509352130" /&gt;a&lt;/span&gt; | Rabu (29/12) merupakan saat keberangkatan Tim Discovery First Mountain in Riau. Seluruh aktivitas mempersiapankan segala sesuatunya digegas yang di mulai tepatpada pukul 10.00 wib. Suasana sekretarian River Defender (RD) pun tampakseperti pasar dadakan, 9 (sembilan) orang yang tergabung dalam tim sibuk mempersipakan segala sesuatunya. Mulai dari perlengkapan tim, medis, logistic dan dokumentasi. Banyak juga bantuan dari teman-teman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tepat pada pukul 13.00 Wib segala sesuatunya kelar sudah. Upacara pelepasanpun berlangsung tepat di halaman depan Sekretariat RD yang juga merupakan Kantor Telapak BT Riau. Dengan kondisi hujan yang turun rintik-rintik, upacara pelepasan berjalan dengan hikmat. Diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. Zainuri Hasim yang juga Ketua Telapak Badan Teritori (BT) Riau memipin upacara tersebut. Dalam kata sambutannya beliau mengatatakan sedikit cemas bercampur gregetan. Cemas dikarenakan kondisi saat ini musim hujan takut kalau terjadi sesuatu, gregetan karena tidak bisa ikut dalam XPDC ini.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus terang melihat kalian berdiri gagah dengan menyandang tas seperti itu membuat saya sedikit cemas bercampur gregetan. Saya cemas karena keberangkatan kalian ini di musim penghujan, takut kalau terjadi sesuatu. Greregtannya lumayan banyak, karena terus terang saya iri dengan kalian karena tidak bisa ikut dalam petualangan ini. Kerana XPDC ini menyampaikan banyak makna, dengan misi untuk kebaikan alam”. Ujar Zen sapaan akrabnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara pelepasan diakhiri dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri yang dipimpin langsung oleh Zen diikuti dengan doa bersama. Setelah itu seluruh perlengkapan yang ada siap untuk dikemas. 2 (dua) unit mobil four wheel drive (4x4) Hi-line dan Jimny merah telah menanti. Kamipun memulai perjalanan dari Pekanbaru tepat pada pukul 13.30 Wib menuju Desa Gema yang terletak di Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan menuju Teratak Buluh, kami menemui masyarakat meminta sumbangan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kampar Kiri Hulu yang mengalami bencana banjir beberapa bulan lalu. Dan kami lagi-lagi melihat beberapa rumah masyarakat terendam banjir di daerah Lubuk Sakat akibat hujan kemarin malam.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lx7M_YogHhI/TwPLxshncJI/AAAAAAAAAs8/HQjF4839Zoc/s320/_MG_7089%253D.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693618408552624274" /&gt;Tanpa terasa perjalanan kami memasuki Desa Gema. Membutuhkan 2.5 jam perjalanan untuk sampai di Desa Gema tersebut dari pusat kota Pekanbaru. Tepat pukul 15.30 wib kami memasuki Desa Domo, hamparan lahan dan perbukitan terlihat jelas da&lt;br /&gt;n menyejukkan mata kami, yang sedari tadi melihat jalan dengan pemandangan yang monoton. Setengah jam perjalanan memasuki Desa Domo ini, kami kemudian memasuki perbatasan Desa Pulau Pencong. Begitu sejuk dan bersihnya udara disini, nafas bisa kami hirup dengan sangat dalam. Dan ini menandakan betapa oksigen disini masih sangat banyak terasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kami kami sedikit terhenti karena harus menyeberangi sungai dengan jasa penyeberangan menyeberangi sungai dengan jasa yang di kelola oleh Desa Sungai Pencong. Devi (20) yang merupakan masyarakat Desa Pencong menyatakan bahwa dengan adanya alat penyebrangan ini masyarakat menjadi sangat terbantu untuk menuju Desa seberang yang merupakan akses menuju kota. Dengan membayar Rp. 30.000,- untuk Mobil dan Rp. 5.000,- untuk sepeda motor. Dan tak terasa kami telah berhasil menyeberangi sungai tersebut yang termasuk dalam kawasan hulu sungai kampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adrenaline kami mulai terpacu saat mendaki dan menuruni bukit-bukit kecil yang ada di Desa Sungai Pencong. Dengan kondisi jalan yang seadanya, mobil yang kami tumpangi merangkak pelan mendaki bukit-bukit kecil tersebut. Kendaraan Jimny Merah dan Hi-line mesti terhenti di tepian Sungai Santi dengan berjalan kaki karena titik terakhir yang bisa diraih dengan kendaraan roda empat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-7930474338859816797?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/7930474338859816797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/upacara-pelepasan-ditemani-hujan-rintik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7930474338859816797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7930474338859816797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2012/01/upacara-pelepasan-ditemani-hujan-rintik.html' title='Upacara Pelepasan Ditemani Hujan Rintik'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-F9IY2vW6Iyc/TwPLkeuSCsI/AAAAAAAAAsw/cA3dxfX2R5o/s72-c/_MG_7110%253D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-1003878548611402436</id><published>2011-12-30T12:46:00.005+07:00</published><updated>2011-12-30T13:28:11.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa Bersama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='XPDC 12-12'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Potensi wisata sekitar sungai'/><title type='text'>Mengungkap Potensi Wisata Sekitar Sungai di Riau</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;b&gt;XPDC 12-12 Part 1 | Discovery First Mountain in Riau&lt;br /&gt;Doa Bersama Sampaikan Amanat Masyarakat Riau Kepada Tuhan YME&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;River Defender bersa&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-da8yBoTriPk/Tv1XkNxAHVI/AAAAAAAAAq4/HvyVE-xZaYk/s320/_MG_7117.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691801783748271442" /&gt;ma Brimapala Sungkai Faperta Unri mengawali Tahun 2012 melaksanakan XPDC 12-12 yang focus pada beberapa petualangan untuk menelusuri potensi wisata alam sekitar sungai &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;yang ada di Propinsi Riau. Pembuka XPDC 12-12 diawali dengan Penemuan Gunung Pertama di Riau (Discovery First Mountain In Riau) yang didukung oleh Kantor Berita Gurindam12 dan Yayasan Mitra Insani serta Telapak BT Riau. Dari hasil identifikasi awal, lokasi potensi wisata alam gunung ini berada di hulu sungai Kampar tepatnya di Sungai Kampar Kiri Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Daerah tersebut termasuk dalam kawasan Suaka Margastawa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling yang dilaksanakan pada 29/12/2011 – 3/1/2012.Tentunya banyak orang yang akan bertanya-tanya apakah di Riau terdapat gunung? Memang dahulu sebelum Riau terpisah dengan Propinsi Kepulauan Riau, terdapat sebuah gunung yaitu Daek Lingga yang berada di Tanjung Pinang. Namun walaupun telah terpisah, ternyata Riau sendiri masih memiliki potensi wisata ala&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;m gunung yang terpendam yang selama ini tidak diketahui khalayak ramai.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa informasi yang berhasil ditemukan yang juga mendukung bahwa di Riau mempunyai potensi gunung adalah: &lt;a href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.traveljournals.net%2Fexplore%2Findonesia%2Flocations%2Fg%2F72.html&amp;amp;h=YAQH79vBj"&gt;http://www.traveljournals.net/&lt;/a&gt; &amp;amp; &lt;a href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.nusaland.com%2Ftravel%2Fmap%2F24022.php&amp;amp;h=aAQHlnGtK"&gt;http://ww&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.nusaland.com%2Ftravel%2Fmap%2F24022.php&amp;amp;h=aAQHlnGtK"&gt;w.nusaland.com/&lt;/a&gt;. Serta data hasil penelusuran sumber lain yaitu peta rupa bumi Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) teridentifikasi dengan lambang segiti&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;ga hitam yang menandakan sebuah gunung dengan ketinggian 1.091 meter diatas permukaan laut. Dan lambang segitiga hitam &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;tersebut menandakan bahwa gunung tersebut sudah tidak aktif lagi. Nama gunung tersebut yaitu : Gunung Djadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar informasi ini River Defender melakukan petualangan ini. Tanpa banyak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 247px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fXDFTbgTrG0/Tv1ZIOj1zzI/AAAAAAAAArE/Jo4L-CnIa18/s320/gn.bmp" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691803501948423986" /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt; pemikiran langsung bekerja mempersiapkan segala sesuatunya. Pada akhirnya berhasil mengumpulkan sebanyak 9 (Sembilan) orang yang tergabung dalam tim ekspedisi yang akan mengeksplorasi keseluruhan informasi yang komprehensif tentang Gunung Djadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang akan menjadi hasil dalam XPDC ini adalah sebuah peta perjalanan yang lengkap dengan seluruh informasinya, identifikasi kondisi social dan budaya masyarakat di sekitar gunung serta mencoba merangkum keanekaragaman hayati yang ada, serta video perjalanan dan dokumentasi photo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XPDC ini juga menjadi skaral karena Tim XPDC membawa mandat seluruh masyarakat Riau untuk disampaikan kepada Tuhan YME tentang kondisi lingkungan di Riau sudah rusak parah perlu segera dilakukan perbaikan. Maka salah satu aktivitas Tim XPDC ini adalah berdoa bersama menyampaikan amanat tadi setelah sampai di Puncak Tertinggi Gunung Djadi ini. Semoga doa tersebut di dengar oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discovery First Mountain in Riau ini merupakan rangkaian dari kegiatan petualangan yang akan dilaksanakan pada tahun 2012. Seluruh rangkaian petualangan ini diberi tajuk XPDC 12-12 yang berarti “petualangan di tahun 2012 bersama dengan gurindam12”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pimpinan &lt;a href="http://www.gurindam12.com/"&gt;Kantor Berita Gurindam12,&lt;/a&gt; Hisam Setiawan XPDC Discovery First Mountain in Riau merupakan pembuka atas seluruh rangkaian XPDC yang telah direncanakan sepanjang tahun 2012 bersama-sama dengan River Defender. Terdapat beberapa XPDC yang telah berhasil kita susun untuk 2012 diantaranya petualangan penelusuran Goa Vertical (Caving) dan Potensi Arung Jeram di sebuah sungai yang meruapak Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah ini kami juga akan mencoba mengekslporasi goa vertical yang ada di Riau serta potensi arung jeram yang terdapat di sebuah sungai yang juga merupakan Sub DAS Kampar. Dan tidak tertutup kemungkinan potensi wisata alam yang lain yang ada di Riau yang selama ini terpendam. 2012 akan kita jalani dengan rangkaian XPDC. XPDC Cincin Api-nya Kompas mengilhami kami untuk melakukan hal serupa di Riau, jadi kalau Kompas Group punya XPDC Cincin Api, Gurindam12 punya XPDC 12-12” Ucap Hisam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh rangkaian XPDC 12-12 ini akan mencoba mengekplorasi potensi wisata alam sekitar sungai yang berada di Propinsi Riau yang selama ini masih terpendam dan tidak diketahui khalayak ramai. Sesungguhnya potensi wisata alam di Riau sangat banyak, namun sayang sangat jauh dari apa yang diharapkan. Sudah saatnya seluruh pihak yang terkait dapat mendukung kegiatan ini, dimana selama ini masyarakat Riau sangat haus akan lokasi hiburan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--more--&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-1003878548611402436?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/1003878548611402436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/12/mengungkap-potensi-wisata-sekitar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/1003878548611402436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/1003878548611402436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/12/mengungkap-potensi-wisata-sekitar.html' title='Mengungkap Potensi Wisata Sekitar Sungai di Riau'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-da8yBoTriPk/Tv1XkNxAHVI/AAAAAAAAAq4/HvyVE-xZaYk/s72-c/_MG_7117.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-7034707133697064240</id><published>2011-10-20T16:10:00.008+07:00</published><updated>2011-10-20T16:36:09.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Tanam Pohon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sispala'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mapala'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sungai Sail'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='River Defender'/><title type='text'>River Defender Kembali Beraksi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-QKexsxMKEZI/Tp_msCBBhWI/AAAAAAAAANE/LAYchMBzA3w/s1600/IMG_1428%253D%253D.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 283px; height: 189px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QKexsxMKEZI/Tp_msCBBhWI/AAAAAAAAANE/LAYchMBzA3w/s320/IMG_1428%253D%253D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665500500385170786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;River Defender|Pekanbaru. Setelah lama mendiam entah karena demam atau masuk angin, akhirnya kembali beraksi lagi. River Defender mencoba untuk melakukan kegiatan penyelamatan sungai dengan menanam 100 bibit pohon di bantaran sungai sail. Mengambil lokasi srategis di Jalan H Imam Munandar tepat di sekitar jembatan Harapan Raya yang biasa disebut orang pekanbaru. Terdapat dua sisi lokasi yang telah dibangun oleh Pemko Pekanbaru (badan sungai) namun begitu gersang. Akhirnya tepat pada Sabtu (15/10) sekitar pukul 15.00 Wib - Selesai, puluhan anggota River Defender melakukan aksi tanam pohon.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak hadir dalam aksi menanam pohon ini beberapa Tokohnya River Defender yaitu Zainuri Hasyim dan Dodi Faudilah yang selama ini selalu memberikan pencerahan dan semangat buat seluruh anggota River Defender. Karena tidak lain mereka jugalah yang membidani hadirnya River Defender dan tetap eksis sampai saat ini. Ditambah dengan puluhan anggota River defender sembari menanam pohon dibumbui dengan canda dan tawa para anggota yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini j&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-broT966P8p8/Tp_oATP9INI/AAAAAAAAANQ/EncznTFXZos/s1600/IMG_1417%253D%253D.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-broT966P8p8/Tp_oATP9INI/AAAAAAAAANQ/EncznTFXZos/s320/IMG_1417%253D%253D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665501948120211666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;uga melibatkan para mahasiswa pecinta alam (MAPALA) dan siswa pecinta alam (SISPALA) yang ada di kota pekanbaru. Cerita tentang River Defender ternyata telah lama diketahui oleh mereka. Namun baru kali ini bisa bergabung bersama melakukan hal yang bermanfaat buat lingkungan sekitar. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi acara ritualnya River Defender untuk kedepan. Dan semoga tidak masuk angin lagi ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari menjelang sore dan keseluruhan bibit sudah tertanam, tibalah saatnya untuk minta kepada YANG KUASA seraya memanjatkan doa, semoga pohon yang tertanam hari ini dapat tumbuh subur dan bermanfaat buat seluruh umat manusia di muka bumi ini. Seluruh peserta dan anggota River Defender duduk melingkari 2 buah pohon yang sudah tertanam sembari mengangkat kedua tangan mendoakan pohon ini dapat tumbuh subur dan menjaga keutuhan sungai sail agar tetap bermanfaat buat seluruh masyarakat kota pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait pemberitaan oleh Kantor Berita Gurindam12 bisa &lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://www.gurindam12.com/2011/10/river-defender-berharap-ia-tumbuh.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-7034707133697064240?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/7034707133697064240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/10/river-defender-kemabli-beraksi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7034707133697064240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7034707133697064240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/10/river-defender-kemabli-beraksi.html' title='River Defender Kembali Beraksi'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QKexsxMKEZI/Tp_msCBBhWI/AAAAAAAAANE/LAYchMBzA3w/s72-c/IMG_1428%253D%253D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-5213730839647142180</id><published>2011-04-17T15:51:00.003+07:00</published><updated>2011-10-20T15:36:46.490+07:00</updated><title type='text'>Berapakah kebutuhan air yang dibutuhkan untuk membuat secangkir kopi.....</title><content type='html'>&lt;i&gt;Sumber : Kompas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/2011/03/22/19214248/Secangkir.Kopi.Perlu.140.Liter.Air"&gt;http://sains.kompas.com/read/2011/03/22/19214248/Secangkir.Kopi.Perlu.140.Liter.Air&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Berapa jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi? Beberapa dari Anda mungkin akan dengan mudah menjawab, "Pastinya satu cangkir." Tapi, berdasarkan Water Footprint, rata-rata jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi adalah 140 liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Bagaimana bisa? Water Footprint tak hanya menghitung air yang digunakan untuk menyeduh kopi, tetapi juga total air yang dibutuhkan untuk menanam dan memelihara kopi, memanen, dan memrosesnya hingga menjadi biji kopi yang siap digiling, didistribusikan, hingga akhirnya disajikan di meja.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jumlah tersebut cukup mengagetkan. Namun hal itu bisa menjadi cerminan bahwa pemakaian air dalam bidang pertanian, industri, dan konsumsi masyarakat tak terkirakan. Contoh lain, menyajikan secangkir teh memerlukan 35 liter air dan menyajikan 1 kg nasi memerlukan 3.000 liter air.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat dan mengontrol konsumsi air, pada tanggal 28 Februari 2011 lalu Global Water Footprint Standard merilis catatan terbaru. Catatan yang merupakan standar tersebut dikembangkan oleh Water Footprint Network dengan 139 partner, ilmuwan dari Universitas Twente, Belanda, serta kalangan LSM, perusahaan, dan pembuat kebijakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Global Water Footprint Standard memberikan konsistensi dalam mengukur jumlah air yang digunakan dan dampaknya. Pimpinan Water Footprint Network, Jim Leape, mengatakan bahwa standar tersebut dibuat saat perusahaan di semua sektor menyadari adanya ancaman kekurangan air yang bisa berdampak pada bisnisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut National Coordinator Freshwater Program WWF Indonesia Tri Agung Rooswiadji, standar tersebut dirancang untuk mengurangi pemborosan dalam konsumsi air. "Jumlah air bersih sudah sangat terbatas. Kalau kita boros, itu akan mengurangi kebutuhan pihak lain juga," ungkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pemborosan konsumsi air kini banyak terjadi di kalangan industri komersial. "Industri ini tidak hanya industri manufaktur, tetapi juga yang lain, seperti pertanian dan tekstil. Kalau misalnya membuang limbah cair langsung, itu juga mengurangi jumlah air bersih," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap komoditas industri menurutnya memiliki kebutuhan air yang berbeda. "Yang terbesar itu misalnya pada kopi, minyak sawit&lt;em&gt;,&lt;/em&gt; dan kakao," kata Tri. Sektor lain, misalnya pada bahan makanan pokok, membutuhkan 3.000 liter air untuk memproduksi 1 kg beras dan 900 liter air untuk 1 kg tepung jagung.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Efisiensi dalam pemakaian air ini penting untuk dilakukan, terutama oleh kalangan industri. Ketidakefisienan dalam pemakaian air yang mengakibatkan kekurangan air bisa memicu konflik. "Itu pernah terjadi tahun 2001-2002 di Lombok. Petani berkonflik karena kekurangan air," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tri mengungkapkan, kalangan industri bisa mulai menerapkan Water Footprint Standard. Dalam standar ini terdapat fasilitas penghitungan jumlah air yang digunakan berupa Water Footprint Calculator sehingga bisa membantu program efisiensi air.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ia juga menekankan perlunya kebijakan pemerintah. "Selama ini belum ada kebijakan mengenai efisiensi air," katanya. Kebijakan ini diharapkan bisa memacu pelaku industri untuk menerapkan standar tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan Global Water Footprint Standard, pelaku industri bisa memantau penggunaan air, terutama menelaah sektor-sektor yang boros air. Dengan demikian, langkah efisiensi penggunaan air pun dimungkinkan dalam mendukung kelestarian sumber daya air.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi individu, Global Water Footprint Standard bisa menjadi acuan untuk mengukur jumlah air yang digunakan dalam makanan, mencuci pakaian, dan barang-barang yang dibeli. Individu bisa beralih ke produk yang membutuhkan sedikit air dan yang proses produksinya memerhatikan kelestarian air.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Efisiensi penggunaan air merupakan salah satu cara untuk melestarikan sumber daya air, selain dengan mencegah pencemaran pada sumber air. Saat ini, kualitas air bersih secara global menunjukkan tren penurunan sehingga membutuhkan langkah radikal untuk melestarikannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-5213730839647142180?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sains.kompas.com/read/2011/03/22/19214248/Secangkir.Kopi.Perlu.140.Liter.Air' title='Berapakah kebutuhan air yang dibutuhkan untuk membuat secangkir kopi.....'/><link rel='enclosure' type='' href='http://sains.kompas.com/read/2011/03/22/19214248/Secangkir.Kopi.Perlu.140.Liter.Air' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/5213730839647142180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/04/berapakah-kebutuhan-air-yang-dibutuhkan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/5213730839647142180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/5213730839647142180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/04/berapakah-kebutuhan-air-yang-dibutuhkan.html' title='Berapakah kebutuhan air yang dibutuhkan untuk membuat secangkir kopi.....'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-7163882441010754189</id><published>2011-04-03T13:22:00.002+07:00</published><updated>2011-10-20T16:03:25.042+07:00</updated><title type='text'>BONO "TUJUH GELOMBANG HANTU"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teluk Meranti merupakan sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau. Secara geografis lokasi teluk meranti berada di bantar sungai kampar tepat di hilir / muara sungai kampar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CWFcnwxnYlk/TZgPod5tIjI/AAAAAAAAASY/XLy4CGareMc/s1600/192636_10150210122505590_549180589_8833323_2083029_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-CWFcnwxnYlk/TZgPod5tIjI/AAAAAAAAASY/XLy4CGareMc/s320/192636_10150210122505590_549180589_8833323_2083029_o.jpg" border="0" height="239" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungai kampar yang secara administrasi terletak di 2 kabupaten di Propinis Riau yaitu Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan. Untuk di wilayah kabupaten pelalawan sungai kampar  menyimpan sebuah fenomena alam yang sangat menakjubkan yang masyarakat biasa meyebutnya dengan "Bono"!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IFv4sTo4qZQ/TZgPs4B7mOI/AAAAAAAAASc/q63SYgZ90Zw/s1600/193911_10150210121280590_549180589_8833321_5267732_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-IFv4sTo4qZQ/TZgPs4B7mOI/AAAAAAAAASc/q63SYgZ90Zw/s320/193911_10150210121280590_549180589_8833321_5267732_o.jpg" border="0" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bono atau gelombang bono ini merupakan sebuah legenda hidup untuk masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai kampar khususnya di bagian muara sungai kampar. Karena gelombang bono ini bisa menghasilkan ombak besar yang sangat mematikan. Menurut cerita orang dulu, gelombang bono ini dapat membentuk 7 (tujuh) ombak besar yang sangat menakutkan. Ketika itu pada zaman penjajahan belanda, akses transportasi mereka sering terganggu karena adanya gelombang bono ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-08rVKIBZIfQ/TZgPuPijHpI/AAAAAAAAASg/uqEpbvKfkeg/s1600/196620_10150211067545590_549180589_8839119_1536010_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-08rVKIBZIfQ/TZgPuPijHpI/AAAAAAAAASg/uqEpbvKfkeg/s320/196620_10150211067545590_549180589_8839119_1536010_n.jpg" border="0" height="222" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pada suatu saat sang komandan memberikan arahan untuk menembak gelombang bono. Dan entah denga "ajian" apa salah satu ombak besar tersebut setelah ditembak oleh Belanda sampai sekarang tidak pernah muncul lagi. Sehingga gulungan gelombang yang ada saat ini hanya tinggal 6 (enam) saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0pq2p4Mgwxk/TZgPx3ZFXWI/AAAAAAAAASo/e_6oDZ3kjPE/s1600/207090_10150211074195590_549180589_8839149_1830838_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-0pq2p4Mgwxk/TZgPx3ZFXWI/AAAAAAAAASo/e_6oDZ3kjPE/s320/207090_10150211074195590_549180589_8839149_1830838_n.jpg" border="0" height="222" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui dahsyatnya gelombang bono di sungai kampar ini, mengundang para peselancar untuk bisa berselancar diatas gelombang bono ini. Dan hanya ada satu-satunya di Indonesia daerah atau kawasan yang bisa berselancar di gelombang atau ombak sungai hanya ada di Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan Riau. Bahkan selevel organisasi RIP CUROL telah mendatangkan para peselancar hebat diantaranya legenda hidup surfing yaitu TOM Curren untuk berselancar dengan gelombang bono ini. Dan berhasil!!!! It is amazing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hQCzQSc86j0/TZgPzRvuSgI/AAAAAAAAASs/hXj8xehRcLk/s1600/208649_10150211061260590_549180589_8839101_1906969_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-hQCzQSc86j0/TZgPzRvuSgI/AAAAAAAAASs/hXj8xehRcLk/s320/208649_10150211061260590_549180589_8839101_1906969_n.jpg" border="0" height="222" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui tentang legenda masyarakat tentang bono, maka para peselancar menyebut gelombang bono ini dengan sebutan "SEVEN GHOST" in Sumatera Island. Ntah ada indikasi apa para peselancar ini sangat enggan menyebutkan Propinsi Riau atau kabupaten Pelalawan. Apa karena Riau dan Pelalawan tidak begitu terkenal ya? Yang dikenal hanya pulau sumatera saja! Ha ha ha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-tYZHFbatdRU/TZgRQ0_Cg5I/AAAAAAAAAS0/M_k48lJf_TI/s1600/p1-3+%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-tYZHFbatdRU/TZgRQ0_Cg5I/AAAAAAAAAS0/M_k48lJf_TI/s320/p1-3+%25281%2529.jpg" border="0" height="222" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang ingin berkunjung dan melihat atau malah berselancar dengan gelombang bono ini dapat meenmpuh beberapa jalur. Jalur pertama dengan Air Flight (Pesawat): anda harus menuju pekanbaru (Bandara Sutan Syarif Qasim II), lalu dengan menggunakan mobil sewaan atau punya family dan teman bisa diminta untuk dihantarkan ke Desa Teluk Meranti. Perjalanan pekanbaru - Teluk Meranti berkisar 5-6 jam perjalanan dan akan melalui Pangkalan Kerinci (ibukota Pelalawan). Sedikit informasi: seketika sampai di simpang bunut (tidak jauh , sekitar 15-30 menit dari pangkalan kerinci) anda haru ambil belokan ke kanan tepat di simpang bunut. Setelah itu sampai lah anda ke jalan lintas bono untuk menuju Teluk Meranti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika anda butuh informasi tentang akses transportasi ke teluk meranti, kita (River Defender) siap membantu memberikan infromasi. dan bagi anda yang ingin melihat gelombang bono ini anda harus menyewa speednya masyarakat. Karena kalau mau lihat gelombang bono tidak bisa hanya di teluk meranti saja.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4_dN-0Tvzo4/TZgRnP2BIZI/AAAAAAAAATE/Rj9tyMX3AFY/s1600/p1-8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-4_dN-0Tvzo4/TZgRnP2BIZI/AAAAAAAAATE/Rj9tyMX3AFY/s320/p1-8.jpg" border="0" height="222" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mungkin ini dulu informasi yang bisa kami share, karena hampir dapat dipastikan pekerjaan kami telah  berhasil dengan mengangkat potensi gelombang bono ini menjadi wisata nasional bahkan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_UtZKFxqGOI/TZgOgsEhzfI/AAAAAAAAARw/tMmjMQFqWJA/s1600/191312_10150210120715590_549180589_8833320_1166883_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-_UtZKFxqGOI/TZgOgsEhzfI/AAAAAAAAARw/tMmjMQFqWJA/s320/191312_10150210120715590_549180589_8833320_1166883_o.jpg" border="0" height="320" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling penting adalah potensi  wisata ini dapat bermanfaat buat masyarkat yang hidup di sekitar sungai kampar. dengan begitu juga meraka akan tetap menjaga agar sungai itu tetap lestari dan tidak tercemar. Keep Kampar River Alive! River Defender.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wC8DBlYp_7A/TZgOlK0ccqI/AAAAAAAAAR0/G_tJeM8zlnQ/s1600/192636_10150210122505590_549180589_8833323_2083029_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-03e-ljT0kjQ/TZgO3q2pj5I/AAAAAAAAASM/IzV3XGXjAZs/s1600/207090_10150211074195590_549180589_8839149_1830838_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-03e-ljT0kjQ/TZgO3q2pj5I/AAAAAAAAASM/IzV3XGXjAZs/s320/207090_10150211074195590_549180589_8839149_1830838_n.jpg" border="0" height="222" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2_nvV8PkvQ0/TZgO2Fhws0I/AAAAAAAAASI/NeKzBTS_C3I/s1600/200907_10150210120495590_549180589_8833319_4996930_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jTYg8F43-Vc/TZgO5CxSgpI/AAAAAAAAASQ/6YaThEKz_wU/s1600/208649_10150211061260590_549180589_8839101_1906969_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-7163882441010754189?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/7163882441010754189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/04/bono-tujuh-gelombang-hantu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7163882441010754189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7163882441010754189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/04/bono-tujuh-gelombang-hantu.html' title='BONO &quot;TUJUH GELOMBANG HANTU&quot;'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-CWFcnwxnYlk/TZgPod5tIjI/AAAAAAAAASY/XLy4CGareMc/s72-c/192636_10150210122505590_549180589_8833323_2083029_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-5150832361193824989</id><published>2011-03-28T17:17:00.003+07:00</published><updated>2011-10-20T16:05:13.218+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kruha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Water For Cities'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sungai Sail'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Air Sedunia'/><title type='text'>Hari Air Sedunia, Entah Untuk Siapa?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-mQkdvM-n_O0/TZBZjFHV7sI/AAAAAAAAARI/WDtu-RlOH0s/s1600/Hari%2BAir.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-mQkdvM-n_O0/TZBZjFHV7sI/AAAAAAAAARI/WDtu-RlOH0s/s320/Hari%2BAir.jpg" border="0" height="214" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pekanbaru | Sungai Sail&lt;/b&gt;. Tepat pada hari Sabtu, 26 Maret 2011, &lt;b&gt;&lt;i&gt;River Defender&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; bersama dengan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Koalisi Rakyat Untuk Hak Atas Air (KRuHA) Wilayah Riau&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (http://www.kruha.org/) melakukan kegiatan penyelamatan sungai melalui aksi bersih dan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;penanaman pohon di sungai sail. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari air sedunia yang bertepatan pada tanggal 22 Maret dengan tema &lt;i&gt;Water for Cities, Responding to The Urban Challenge&lt;/i&gt; (Air Perkotaan dan Permasalahannya). Maksud dari aksi ini adalah melakukan penyelamatan sungai yang merupakan salah satu sumber air untuk wilayah Pekanbaru dengan melibatkan peran masyarakat, karena permasalahan yang berada di aliran sungai adalah akibat pengelolaan sampah rumah tangga dan industri yang berada di sepanjang sungai yang tidak dikelola dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TH5k4xQlD7s/TZBeeZU0QgI/AAAAAAAAARg/nATTwtqCRNs/s1600/193381_1596334430284_1293678512_31256895_8261418_o.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-TH5k4xQlD7s/TZBeeZU0QgI/AAAAAAAAARg/nATTwtqCRNs/s320/193381_1596334430284_1293678512_31256895_8261418_o.jpg" border="0" height="214" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam aksi kali ini, River Defender melibatkan Pemda Kota Pekanbaru melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Pasukan Khas Angkatan Udara (PASKHAS AU), Mahasiswa, Pelajar dan masyarakat sekitar sungai. Himbauan di sampaikan memalui selembar surat yang di kirimkan ke masing-masing instansi tersebut diatas. Keterlibatan dari berbagai pihak dalam melakukan penyelamatan sungai Sail, yang kita sebut sebagai sungai perkotaan karena mengalir tepat dari jantung kota pekanbaru belum memenuhi apa yang River Defender harapkan.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-w0BlbVEd8ck/TZBaI6-nWHI/AAAAAAAAARQ/oAjINjzxid0/s1600/Hari%2BAir%2BJaring.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-w0BlbVEd8ck/TZBaI6-nWHI/AAAAAAAAARQ/oAjINjzxid0/s320/Hari%2BAir%2BJaring.jpg" border="0" height="214" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Aksi bersih di mulai pada jam 13:30 Wib dengan menggunakan peralatan yang sangat seadanya, aksi dimulai dari jembatan sungai Batak menuju muara sungai Batak di sungai Sail, turun kedalam sungai batak yang dasar sungai pasir halus, dengan air berwarna gelap berbau kental bau selokan, telapak kaki serasa di pijit-pijit saat memijak pasir dasar sungai, dan sesekali kita di kejutkan oleh jarum akupuntur (paku berkarat) yang masih tegap berdiri diatas sebatang kayu tenggelam di dasar sungai. Di akhir aksi ini dilakukan penanaman 50 batang pohon Pulai, dan mengangkat jaring penangkap sampah yang kami pasang tepat di muara sungai pada hari sebelumnya, jaring ini hanya berfungsi dalam menahan sampah yang terapung atau terbawa arus, dan dapat dikatakan berhasil dalam menahan sampah masuk kedalam sungai Sail.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-E1yGLC6xIV0/TZBbT_FtZkI/AAAAAAAAARY/NNpphICj-1A/s1600/Hari%2BAir%2BRame.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-E1yGLC6xIV0/TZBbT_FtZkI/AAAAAAAAARY/NNpphICj-1A/s320/Hari%2BAir%2BRame.jpg" border="0" height="214" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Bermacam-macam sampah yang kami temui, mulai dari sampah plastik, baju bekas, selimut, kayu, jarum suntik dan infuse, ban bekas, dan sampah organik. Kelihatan bahwa yang dilakukan dinas kebersihan hanya membersihkan sampah yang terlihat mata saja, sementara sampah yang tenggelam tidak dibersihkan atau dibiarkan saja sepertinya, sedangkan sampah-sampah yang laku dijual menjadi rebutan diantara mereka. Sampah yang di kumpulkan di buang dengan menggunakan mobil dinas kebersihan ke tempat penampungan sampah terdekat. Persoalan menurunnya kondisi sungai tidak pernah terselesaikan di kota pekanbaru, terbukti dengan masih saja ada persoalan sampah yang terus mengalir di dalam sungai, sungai dikotori oleh sikap apatis terhadap lingkungan oleh masyarakat pekanbaru, sebagian masyarakat yang berpikir dengan membuang sampah disungai akan menyelesaikan persoalan sampah, sampah di sungai akan hilang terbawa air jika turun hujan. Apakah pantas dan wajar sungai di bebani dengan permasalahan ini.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3rZGQtilY9k/TZBgFqjDGzI/AAAAAAAAARo/yjUXcxdGOtA/s1600/193649_1596336790343_1293678512_31256899_160378_o.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-3rZGQtilY9k/TZBgFqjDGzI/AAAAAAAAARo/yjUXcxdGOtA/s400/193649_1596336790343_1293678512_31256899_160378_o.jpg" border="0" height="400" width="267" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sungai memiliki peranan penting dan vital bagi kehidupan manusia. Tidak hanya berfungsi sebagai media tempat berlangsungnya ekosistem, tapi juga sumber air untuk penghidupan bagi masyarakat sekitarnya. Di dalam sejarah, dinamika kehidupan manusia senantiasa berada di sekitar sungai. Sayangnya, tidak semua orang, lembaga dan instansi memiliki kepedulian yang sama terhadap keberadaan sungai. Untuk membenahi sungai-sungai yang ada di perkotaan, tidak cukup dengan pendekatan teknis semata. Tapi juga mesti dengan pendekatan sosial budaya. Kombinasi pendekatan seperti ini masih jarang dilakukan. Sungai-sungai yang melintas di perkotaan terus mengalami penurunan kualitas dari waktu ke waktu. Perlu sinergitas antara masyarakat lokal, pemerintah daerah dan swasta, dengan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat melalui peningkatan pengetahuan masyarakat dalam hal pengelolaan sungai. pendekatan melalui institusi pemerintah dan pemberdayaan masyarakat adalah upaya yang sangat strategis dalam mengembalikan fungsi sosial sungai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-5150832361193824989?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/5150832361193824989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/03/hari-air-sedunia-entah-untuk-siapa_28.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/5150832361193824989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/5150832361193824989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/03/hari-air-sedunia-entah-untuk-siapa_28.html' title='Hari Air Sedunia, Entah Untuk Siapa?'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-mQkdvM-n_O0/TZBZjFHV7sI/AAAAAAAAARI/WDtu-RlOH0s/s72-c/Hari%2BAir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-78330014751085569</id><published>2011-03-22T17:38:00.002+07:00</published><updated>2011-04-01T17:23:31.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selancar Dengan Gelombang Bono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sungai Kampar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teluk Meranti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabupaten Pelalawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='River Defender'/><title type='text'>RIP CURL Saja Tertarik Dengan Gelombang Bono!!</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebanyak 17 orang yang tergabung dalam RIP CURL (www.ripcurl.com) telah berkunjung ke Teluk Meranti Kec Teluk Meranti Kab Pelalawan Riau dengan tujuan untuk melaksanakan kegiatan Project Bono (Surfing With Bono) Search Expedition pada 17 – 24 Maret 2011 sekaligus juga ingin mendokumentasikan gelombang bono yang terdapat di muara sungai kampar agar dapat lebih dikenal di seluruh dunia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-qLrIvc9sAPE/TYh7Ce9RDZI/AAAAAAAAARA/vwff-8S5Puc/s1600/IMG_5405.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh3.googleusercontent.com/-qLrIvc9sAPE/TYh7Ce9RDZI/AAAAAAAAARA/vwff-8S5Puc/s320/IMG_5405.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun 17 orang tersebut adalah : Arnaud Decarne (FRA), Antony Colas (FRA),                                       James Hendy (UK), juga ditambah dengan media expert yang akan melakukan pendokumentasian yaitu Jean-Patrick Mothes (FRA), Lachlan McKinnon (AUS), Jonathan Frank (AUS), Stéphane Queme (FRA), Edward Grambeau (AUS), Nate Lawrence (USA), Vincent Lartizien (FRA), Michel Larronde (FRA), SYAHRIM HJ (IND), serta beberapa orang yang bagi orang umum mereka tidak begitu terkenal, namun kalau untuk komunitas peselancar mereka tidak asing lagi yaitu : Tom Curren (USA) Alive surfing  legend and 4 times world champ, Bruno Santos (BRZ) TOP 3 ASP South America  and former ASP WT 2010 and 2006 Junior World Champ ISA, Tyler Larronde (FRA) big  media push  on 2010 and Younger Tow surfer ever/ Biillabon XXL qualification, Dean Brady (AUS) RC Australia Official team leader, dan Oney Anwar (IND) RC Asia Official team leader.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;more!)&gt;&lt;/more!)&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedatangan mereka merupakan garapan kegiatan dari RIP CURL sebagia organizer programme. Dan untuk persiapan di daerah River Defender menjadi salah satu key actor untuk kegiatan ini. Karena berdasarkan pengalaman yang telah dirasakan oleh River Defender pada tahun 2010 yang lalu, dimana begitu banyak kendala dan hambatan baik di tingkat pemerintahan bahkan kepolisian ketika River Defender juga membantu dan memfasilitasi para peselancar yang datang dari Perancis, Brazil dan German untuk berselancar dengan gelombang bono pada September dan Desember 2010 yang lalu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-j7tccaihgfo/TYh43Nm25nI/AAAAAAAAAQ4/h3_VOO8RAUI/s1600/200521_10150163685940590_549180589_8694121_1936863_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh3.googleusercontent.com/-j7tccaihgfo/TYh43Nm25nI/AAAAAAAAAQ4/h3_VOO8RAUI/s320/200521_10150163685940590_549180589_8694121_1936863_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Atas dasar itu, River Defender meminta kepada perwakilan dari team RIP CURL yang akan berselancar dengan gelombang bono untuk dapat melaungkan waktu bertemu dengan Pemerintah Daerah Riau dan Pihak Kepolisian sebagai sebuah bentuk penyampaian maksud dan tujuan mereka. Ternyata permintaan itu dikabulkan 2 orang perwakilan RIP CURL team sudah sampai di Pekanbaru pada Senin (14/3), dan melalui River Defender 2 orang perwakilan yaitu Arnaud Decarne (FRA) posisi sebagai Project Manager dan Antony Colas (FRA) sebagai Event Coordinator dapat bertemu dengan Pemerintah Daerah Riau yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Riau. Tepat pada hari Selasa (15/03) 2 orang perwakilan bertemu dengan Kepala Disbudpar Propinsi Riau (Bapak M Yamin) di Kantor Disbudpar Riau tepatnya di Ruangan Muara Takus. Acara dimulai tepat pada pukul 10.00 wib. Inti dari pertemuan ini adalah penyampaian maksud dan tujuan RIP CURL ke sungai kampar dan juga memberikan informasi bahwa potensi gelombang bono ini  merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata internasional.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-B3AVNvH8z4w/TYh7RTlLRAI/AAAAAAAAARE/pkXm73iSqUE/s1600/IMG_5431.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh5.googleusercontent.com/-B3AVNvH8z4w/TYh7RTlLRAI/AAAAAAAAARE/pkXm73iSqUE/s320/IMG_5431.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah itu, River Defender juga membantu mempertemukan mereka dengan Pihak Kepolisian Daerah Riau yaitu dengan Polisi Pariwisata (Ibu Azenita) dan Intelkam Polda Riau (Bpk Zahwani Pandra Arsyad). Kita diterima dengan sangat baik dan segala pengurusan dokumen pemberitahuan dan surat izin atas kegiatan yang akan dilakukan sungguh begitu baik. Well Done buat semuanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga kedepan wisata selancar dengan gelombang bono ini dapat lebih diperhatikan oleh Pihak Pemerintah kita. River Defender siap untuk membantu selama dengan adanya wisata sungai ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada di sekitar sungai kampar. Video dapat diakses :&lt;/span&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box" lang="en"&gt;&lt;span class="hps" title="Click for alternate translations"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=2_vmS-bCoNU&amp;amp;feature=player_embedded&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-78330014751085569?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/78330014751085569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/03/rip-curl-saja-tertarik-dengan-gelombang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/78330014751085569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/78330014751085569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/03/rip-curl-saja-tertarik-dengan-gelombang.html' title='RIP CURL Saja Tertarik Dengan Gelombang Bono!!'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-qLrIvc9sAPE/TYh7Ce9RDZI/AAAAAAAAARA/vwff-8S5Puc/s72-c/IMG_5405.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-1637229496340519092</id><published>2011-01-20T17:05:00.006+07:00</published><updated>2011-01-20T17:22:35.078+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sayur Kangkung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petani kangkung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sungai Sail'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekanbaru Medical Center'/><title type='text'>Penyerahan Kangkung Secara Simbolis Kepada Pekanbaru Medical Center (PMC)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TTgKlodQW5I/AAAAAAAAAKE/EkA-bfLfG8k/s1600/DSC02770.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 367px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TTgKlodQW5I/AAAAAAAAAKE/EkA-bfLfG8k/s320/DSC02770.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564208981247810450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pekanbaru | River Defender.&lt;/span&gt; Aksi Penyerahan Sayur Kangkung Secara Simbolis Kepada Pekanbaru Medical Cente&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;r (PMC) yang dibeli langsung dari Petani Sayur Kangkung Sungai Sail yang dilaksanakan pada Kamis (20/01) pukul 11.00 wib di lokasi Gedung Pekanbaru Medical Center Jl. Lembaga Permasyarakatan No 25 Pekanbaru. Aksi ini diikuti oleh sekitar 10 orang anggota River Defender. Kangkung dijadikan simbol dan be&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ntuk himbuan kepada seluruh masyarakat Kota Pekanbaru yang sudah berkontribusi terhadap kondisi sungai sail saat ini dan Pekanbaru Medical Center menjadi representative untuk peduli akan kesehatan dan kebersihan serta sebagai simbol kesehatan untuk umum dan pengobatan untuk masyarakat kota pekanbaru. Karena sayur kangkung dari sungai sai&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TTgLWciAI6I/AAAAAAAAAKM/A3xkRTNOj7U/s1600/DSC02775.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 391px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TTgLWciAI6I/AAAAAAAAAKM/A3xkRTNOj7U/s320/DSC02775.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564209819860083618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;l ini sebagian besar dikonsumsi masyarakat pekanbaru. Kangkung tersebut secara resmi diberikan River Defender kepada PMC yang resmi diterima oleh Resepsionis karena pihak manajeman PMC melalui Humasnya tidak mau menjumpai dengan alasan sedang sibuk!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aksi ini didasarkan atas kegiatan River Defender yaitu Susur Sungai Sail mulai dari hulu sampai ke hilir yang dilaksnakan pada 31 Januari 2010 – 2011. Begitu banyaknya kondisi dan perubahan yang terjadi dengan sunga sail. Selain sampah yang berasal dari limbah rumah tangga, banyak juga aktivitas manusia yang menyebabkan kondisi sungai sail saat ini, begitu juga dengan limbah yang berasal dari industri-industri yang membuang limbahnya ke sungai sail. Secara kondisi dan situasi telah banyak perubahan yang terjadi di sungai sail. Disadari atau tidak banyak masyarakat sekitar sungai yang memanfaatkan sungai sebagai sumber ekonomi seperti pencari ikan, siput dan ca&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TTgMQsaI7lI/AAAAAAAAAKU/HI6EuBhE5dA/s1600/AKSI%2B5.bmp"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TTgMQsaI7lI/AAAAAAAAAKU/HI6EuBhE5dA/s320/AKSI%2B5.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564210820554485330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;cing sutra bahkan sampai dengan petani sayur kangkung yang memanfaatkan sungai sail sebagai tempat bercocok tanam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Namun saat ini, semua itu sudah mulai susah untuk didapatkan karena sungai sail sudah terlalu banyak terkontaminasi dan berubah akibat kondisi yang tidak lagi mendukung. Hanya yang masih tersisa orang yang mencari ikan dan petani sayur kangkung yang produktivitasnya sudah mulai menurun setiap harinya. Sebagian besar masyarakat kota pekanbaru mengkonsumsi sayur kangkung yang berasal dari sungai sail. Ketika ini sudah terkontaminasi, artinya akan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat pekanbaru. Dimana Pekanbaru Medical Center juga termasuk dari sekian banyak industri yang berkontribusi terhadap perubahan kondisi sungai sail ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Maka dari itu sudah seharusnya kita semua peduli terhadap kondisi sungai sail yang sangat mengkhawatirkan ini. Dengan kangkung ini sebagai simbol untuk memberikan himbauan dan ajakan untuk kita peduli terhadap sungai sail. Begitu banyak perusahaan yang berkontribusi terhadap perubahan yang terjadi di sungai sail harusnya bisa lebih peduli dan tidak hany mementingkan keuntungan dari usaha mereka saja. River Defender mengajak seluruh masyarakat kota pekanbaru untuk bersama-sama melakukan aksi peduli terhadap sungai sail. Dan kita meminta tegas tanggung jawab Walikota Pekanbaru terhadap kondisi sungai sail ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Sungai Ku.... Masa Depan Ku .....&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-1637229496340519092?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/1637229496340519092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/01/penyerahan-kangkung-secara-simbolis.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/1637229496340519092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/1637229496340519092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/01/penyerahan-kangkung-secara-simbolis.html' title='Penyerahan Kangkung Secara Simbolis Kepada Pekanbaru Medical Center (PMC)'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TTgKlodQW5I/AAAAAAAAAKE/EkA-bfLfG8k/s72-c/DSC02770.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-8897387465477895631</id><published>2011-01-15T22:36:00.008+07:00</published><updated>2011-01-15T23:11:59.815+07:00</updated><title type='text'>Kangkung Air Sail</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TTHGfSpgGLI/AAAAAAAAAQs/oAxKLokTFxQ/s1600/KANGKUNG%2B2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TTHGfSpgGLI/AAAAAAAAAQs/oAxKLokTFxQ/s400/KANGKUNG%2B2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562445255663425714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangkung adalah salah satu tumbuhan air yang hidup di perairan sungai Sail selain rumput dan enceng gondok, tetapi kankung bukan tumbuhan liar yang berada di perairan sungai, kangkung dengan sengaja di budidayakan oleh petani kangkung.Bapak Taruji adalah petani kangkung yang sukses yang telah mensarjanakan anak lelakinya di Universitas Riau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TTHCXCFJ0KI/AAAAAAAAAQc/0dGI0Vk4RuY/s1600/KANGKUNG.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TTHCXCFJ0KI/AAAAAAAAAQc/0dGI0Vk4RuY/s400/KANGKUNG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562440715730538658" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelas tahun yang lalu kangkung Pak Taruji di budidayakan di genangan air yang berada di sekitar bantaran sungai, yang memanfaatkan air pasang surut sungai Siak yang sampai kedalam aliran sungai Sail. Pada tahun 2005 dilakukan pengerukan dasar sungai Sail oleh pemerintah Pekanbaru sehingga bantaran sungai menjadi lebih tinggi, hal ini membuat Pak Taruji berpikir keras dalam membudidayakan kangkung air yang tidak lagi mendapat suplai air dari pengaruh pasang surut air sungai. Muncul ide membudidayakan kangkung langsung di aliran sungai, pada awalnya kangkung di ikat di tiang yang di tegakkan di aliran sungai namun belum dikatakan berhasil karena jika air sungai pasang maka kangkung akan tenggelam di dalam air sehingga tidak dapat di panen, namun hal ini tidak mematahkan semangat Pak Taruji untuk terus memegang jabatan sebagai petani kangkung. muncul ide baru, kangkung di budidayakan diatas rakit yang terbuat dari 2 batang bambu yang di ikat di tiang yang di tancapkan di sungai, inovasi ini mampu mengatasi masalah naik turunnya air di di sungai, karena rakit mampu mengikuti pergerakan air. Satu rakit menanggung beban kangkung seluas 2 m x 7-8 m rambatan kangkung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangkung Pak taruji  mampu menyuplai kebutuhan sayur di pasar Sail sebanyak 70 ikat perhari secara kontinu (Ready Stock), harga Kangkung Rp. 500/ikat yang dilepas ke pedagang Pasar Sail langganan Pak Taruji. Kangkung di panen pada siang hari sebelum zuhur dan sore hari sebelum maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai petani kangkung Pak Taruji merasa bangga dengan apa yang telah ia capai, sebelum membudidayakan kangkung Pak Taruji adalah pencari sifut di aliran sungai sail, dalam satu hari 30 kg sifut yang berhasil di kumpulkan dari sungai, harga sifut pada waktu itu adalah Rp. 5000/Kg yang dijual sendiri di pasar Kodim Pekanbaru, namun saat ini Pak taruji tidak lagi bisa mencari sifut, karena sifut-sifut itu telah menghilang tidak tau kemana, sangat sulit dicari, jangankan untuk di jual, untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja sudah tidak bisa lagi,  Kata Pak taruji sifut itu pergi setelah pembangunan rumah sakit yang berada lebih ke hulu dari tempat Pak taruji. Apakah nasib Kangkung sungai Sail akan sama dengan Nasib sifut sungai sail, atau apakah ini cobaan dari Tuhan terhadap Pak Taruji, hanya pemerintah yang tahu, saya rasa, tapi saya pikir Pak taruji lebih pintar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Taruji mulai sedikit mengeluh dengan kondisi air sungai yang selalu tidak baik, karena air sungai yang buruk mengganggu pertumbuhan kangkung, yang paling parah biasanya bila hujan lebat turun setelah satu minggu lebih tidak terjadi hujan di kota pekanbaru menyebabkab banyak sampah yang datang menghampiri rakit-rakit tempat kangkung tumbuh dan cairan seperti oli yang menempel di batang dan akar kangkung, hal ini menyebabkan kangkung air menjadi layu dan menguning sehingga tidak layak untuk di jual, kata Pak Taruji.Ternyata hama kangkung air Sail cukup unik bukan serangga atau ulat melainkan oli dan sampah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-8897387465477895631?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/8897387465477895631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/01/kangkung-air-sail.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/8897387465477895631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/8897387465477895631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2011/01/kangkung-air-sail.html' title='Kangkung Air Sail'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TTHGfSpgGLI/AAAAAAAAAQs/oAxKLokTFxQ/s72-c/KANGKUNG%2B2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-5190673761458678392</id><published>2010-11-22T15:19:00.005+07:00</published><updated>2010-11-22T16:02:49.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota Pekanbaru.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Mulung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sungai Sail'/><title type='text'>Mulung Perdana River Defender</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TOopuL0F9gI/AAAAAAAAAI0/2Ly4z7dS-cc/s1600/IMG_8682.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TOopuL0F9gI/AAAAAAAAAI0/2Ly4z7dS-cc/s320/IMG_8682.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542288164854822402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;River Defender melakukan aksi nyata dalam rangka penyelamatan sungai dengan melaksanakan kegiatan aksi mulung di Sungai Sail Pekanbaru. Aksi mulung ini dilaksanakan pada Minggu, 21 November 2010 yang dimulai dari jembatan di jalan hangtuah Pekanbaru tepat pada pukul 16.00 wib yang diikuti oleh puluhan orang.  Sungai sail merupakan salah satu sungai yang ada di pekanbaru, selain sungai Senapelan dan Sungai Sago. Dari hasil identifikasi sementara, kondisi sungai sail sudah sangat memprihatinkan, Banyak warga di sekitar sungai tidak peduli dengan kelestarian sungai. Terbukti dari hasil aksi mulung yang dilakukan oleh River Defender banyak sampah rumah tangga dan limbah industri yang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TOos8U0iSnI/AAAAAAAAAI8/1aBD1mYIAV4/s1600/IMG_8688.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TOos8U0iSnI/AAAAAAAAAI8/1aBD1mYIAV4/s320/IMG_8688.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542291706325650034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aksi mulung ini dilaksanakan dengan harapan dapat menggugah banyak pihak tidak hanya masyarakat yang berada di sekitar sungai namun seluruh komponen yang ada di Pekanbaru ini agar kiranya dapat peduli terhadap kondisi sungai yang ada di Pekanbaru. Karena kalau tidak ada kepedulian kita terhadap kondisi terkini sungai-sungai yang ada di Pekanbaru, pastinya di masa depan kita akan merasakan dampak buruknya. Memang untuk pertama kali aksi ini dilakukan, belum banyak yang dapat dilakukan, namun kalau tidak ada yang memulai lalu siapa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda aksi ini akan menjadi agenda rutin River Defender yang fokus kepada penyelamatan sungai yang ada di Riau. Kami berharap, banyak pihak yang akan terlibat dalam melakukan kegiatan penyelamatan sungai ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-5190673761458678392?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/5190673761458678392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/11/mulung-perdana-river-defender.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/5190673761458678392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/5190673761458678392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/11/mulung-perdana-river-defender.html' title='Mulung Perdana River Defender'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TOopuL0F9gI/AAAAAAAAAI0/2Ly4z7dS-cc/s72-c/IMG_8682.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-8229484672185417484</id><published>2010-11-16T15:08:00.007+07:00</published><updated>2010-11-22T09:55:58.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sungai Kampar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gelombang Bono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sertifikat dan Lisensi Pemandu Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peselancar Dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diklat Pramuwsiata/pemandu wisata'/><title type='text'>River Defender Ikuti Diklat Pramuwisata Riau 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TOI9sn7sELI/AAAAAAAAAIk/JLmwroIJ4uQ/s1600/IMG_8074.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TOI9sn7sELI/AAAAAAAAAIk/JLmwroIJ4uQ/s320/IMG_8074.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540058328462004402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada 11-13 November 2010, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Riau mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia "Pramuwisata Riau" 2010 di Hotel Dian Graha Pekanbaru. River Defender diundang khusus untuk menjadi salah satu peserta kegiatan tersebut. Dan hasilnya 2 (dua) orang anggota River Defender resmi memperoleh Sertifikat/lisensi sebagai Pramuwisata (Pemandu Wisata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikutsertaan River Defender dalam kegiatan Diklat Pramuwisata tersebut berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Riau melalui Kabid Pemasaran Wisata. Karena menurut mereka, River Defender telah mampu mengembangkan salah satu potensi wisata yang ada di Riau yaitu Gelombang Bono yang ada di Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan dengan mendatangkan para peselancar dunia yang berasal dari Perancis dan Brazil untuk berselancar diatas gelombang bono pada bulan September 2010 yang lalu. Dan kabarnya mereka akan datang kembali pada awal bulan Desember 2010 ini karena masih penasaran dengan gelombang bono yang ada pada bulan Setember.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Diklat Pramuwisata ini diikuti oleh lebih kurang 30 orang peserta yang berasal dari Agent/Biro Perjalanan, sejumlah mahasiswa dan River Defender. Acara kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Gubernur Propinsi Riau yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan. Hadir juga Perwakilan dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia dan Riau Tourism Board. Beberapa pemateri dalam kegiatan ini berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Riau, Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Lembaga Kebudayaan Melayu Riau, Kantor Imigrasi, Riau Tourism Board dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TOJCDAGJbkI/AAAAAAAAAIs/kUB0RZJ-rFc/s1600/IMG_8069.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TOJCDAGJbkI/AAAAAAAAAIs/kUB0RZJ-rFc/s320/IMG_8069.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540063110951956034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Adapun 2 (dua) orang anggota River Defender yang mengikuti kegiatan Diklat Pramuwisata ini adalah saudara Hisam Setiawan dan Akhwan Binawan. Dengan ikutnya River Defender dalam kegiatan Diklat ini resmi sudah River Defender menjadi pramuwisata (pemandu wisata) yang bersertifikat/licensi dan juga tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) daerah Riau. Semoga dengan adanya sebuah bentuk apresiasi terhadap aktivitas River Defender selama ini dapat lebih meningkatkan kinerja River Defender untuk melakukan penyelamatan sungai yang ada di Propinsi Riau yang salah satunya dalam bentuk pengembangan wisata sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:12pt;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-8229484672185417484?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/8229484672185417484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/11/river-defender-ikuti-diklat-pramuwisata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/8229484672185417484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/8229484672185417484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/11/river-defender-ikuti-diklat-pramuwisata.html' title='River Defender Ikuti Diklat Pramuwisata Riau 2010'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TOI9sn7sELI/AAAAAAAAAIk/JLmwroIJ4uQ/s72-c/IMG_8074.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-3754757960813674605</id><published>2010-11-08T13:10:00.009+07:00</published><updated>2010-11-22T09:56:28.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota Pekanbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sungai Senapelan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sungai Sail'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sungai Sago'/><title type='text'>Cerminan Kondisi Sungai Di Pekanbaru Tahun 2004</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TNeVxNvArBI/AAAAAAAAAIc/Su54Zj7-D34/s1600/1617213p.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TNeVxNvArBI/AAAAAAAAAIc/Su54Zj7-D34/s320/1617213p.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537058939608280082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sungai merupakan suatu bentuk ekositem aquatic yang mempunyai peran penting dalam daur hidrologi dan berfungsi sebagai daerah tangkapan air (&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;i  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=""&gt;catchment area&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;) bagi daerah disekitarnya, sehingga kondisi suatu sungai sangat dipengaruhi oleh karakteristik yang dimiliki oleh lingkungan disekitarnya. Sebagai suatu ekosistem, perairan sungai mempunyai berbagai komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi membentuk suatu jalinan fungsional yang saling mempengaruhi. Komponen pada ekosistem sungai akan terintegrasi satu sama lainnya membentuk suatu aliran energi yang akan mendukung stabilitas ekosisten tersebut.&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sungai Senapelan, Sago dan Sail &lt;/span&gt;merupakan sungai yang terdapat di Kota Pekanbaru, dimana keberadannya sangat berperan penting sebagai daerah tampungan yang penting dalam daur hidrologi yang berasal dari daerah disekitarnya dengan berbagai kegiatan industri, pertanian, perkotaan dan lain sebagainya. Sungai sungai tersebut merupakan bagian dari sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak, dimana aliran airnya bermuara pada Sungai Siak. Dengan demikian keberadaan sungai Senapelan, Sago dan Sail secara langsung akan mempengaruhi kondisi perairan Sungai Siak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meningkatnya aktifitas pembangunan yang dilakukan di Kota Pekanbaru menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya memacu peningkatan aktifitas di segala bidang. Kondisi ini akan memicu pertambahan penduduk, dimana saat ini Kota Pekanbaru tergolong kota sedang yang mempunyai jumlah penduduk cukup tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tingginya aktifitas yang terdapat pada daerah di ke tiga sungai tersebut akan menyebabkan besarnya volume limbah yang dihasilkan oleh aktifitas tersebut. Bahan pencemar yang berasal baik dari aktifitas perkotaan (domestik), industri, pertanian dan sebagainya yang terbawa bersama aliran permukaan (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;run off&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;), langsung ataupun tidak langsung akan menyebabkan terjadinya gangguan dan perubahan kualitas fisik, kimia dan biologi pada perairan sungai tersebut yang pada akhirnya menimbulkan pencemaran. Dimana pencemaran pada badan air selalu berarti turunnya kualitas dan air sampai ketingkat tertentu akan menyebabkan air dan tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber pencemar yang terdapat di sepanjang aliran Sungai Senapelan, Sago dan Sail antara lain : (1) Limbah Organik, dapat bersumber dari limbah pasar, rumah tangga, restoran/rumah makan, industri perkayuan dan sebagainya. Kandungan limbah organik yang tinggi pada perairan sungai dapat meyebabkan terjadinya proses eutrofikasi (penyuburan perairan). (2) Limbah an organik (logam berat), dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap penurunan kualitas sumberdaya air seperti Cu, Zn, Hg, Cd, Cr, Pb dan lain sebagainya. Polutan yang masuk ke perairan sungai juga mengalami proses pengendapan pada sedimen dasar yang dapat bersifat toksik. Sehingga berpotensi untuk mencemari sumber-sumber air yang ada bila tidak dikelola secara bijaksana. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Penurunan kualitas biologi pada perairan  sungai akan mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan seperti sanitasi dan kesehatan masyarakat di sekitar aliran sungai semakin rendah. Buruknya sanitasi dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit infeksius seperti diare, dysentri, colera dan lain-lain. Penurunan kualitas perairan sungai juga dapat menyebabkan kematian biota air seperti ikan dan selanjutnya akan membawa dampak terhadap perekonomian masyarakat disekitar sungai yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Jurnal Biogenesis Vol. 1(1):15-20, 2004*KUALITAS BIOLOGI PERAIRAN SUNGAI SENAPELAN, SAGO DAN SAIL DI KOTA PEKANBARU BERDASARKAN BIOINDIKATOR PLANKTON DAN BENTOS oleh  Suwondo*), Elya Febrita, Dessy dan Mahmud Alpusari Tahun 2004&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lantas, bagaimana kondisi sungai-sungai yang ada di Pekanbaru sampai saat ini? Saat ini sungguh sangat minim informasi tentang kondisi dan situasi yang ada terkait sungai-sungai yang ada di Pekanbaru, hal ini akan berakibat pada menurunnya kualitas sungaii-sungai yang ada di Pekanbaru karena ketidaktahuan akan pentingnya kita semua untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sungai yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-3754757960813674605?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/3754757960813674605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/11/cerminan-kondisi-sungai-di-pekanbaru.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/3754757960813674605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/3754757960813674605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/11/cerminan-kondisi-sungai-di-pekanbaru.html' title='Cerminan Kondisi Sungai Di Pekanbaru Tahun 2004'/><author><name>Hisam Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08015147009863997969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TO9FrLRzDEI/AAAAAAAAAJQ/5ciw-bMcWbI/S220/S4033622.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-_7h5UEY44k/TNeVxNvArBI/AAAAAAAAAIc/Su54Zj7-D34/s72-c/1617213p.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-7848842886836838043</id><published>2010-09-23T13:20:00.008+07:00</published><updated>2010-11-22T09:56:46.567+07:00</updated><title type='text'>Bono Not Dangerous But Pleasure</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TJryzMjofxI/AAAAAAAAAPA/tDWn0hpGFfg/s1600/RD_I.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TJryzMjofxI/AAAAAAAAAPA/tDWn0hpGFfg/s400/RD_I.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519991254653894418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu (5/9), River Defender menyambut kedatangan para surfer dari Prancis dan Brazil, mereka datang menggunakan pesawat garuda dari Prancis yang transit di Kuala Lumpur. Team surfer yang beranggotakan Antony Colas, Fabriece Colas, Patrick Audoy, Eduardo Bage’ dan Maxance Payras, berkeinginan untuk berselancar di atas Bono sungai Kampar selama beberapa hari sekitar 7-12 September 2010.&lt;br /&gt;Pada malamnya team surfer bersama team River Defender berkunjung ke Yayasan Mitra Insani untuk berdiskusi terkait bono, walaupun terkendala dengan bahasa kami semua tetap berusaha saling mengerti dengan menggunakan bahasa internasional yaitu bahasa tangan, namun suasana diskusi terbentuk cukup hangat. Menurut Herbert sangat berbahaya untuk berselancar di bono karena gulungan gelombang bono tidak hanya air tetapi membawa lumpur dan pasir, ketakutannya adalah jika kita tenggelam maka akan sulit kita untuk keluar dari air. Menurut Patrick, gelombang bono memang menakutkan bagi sebagian orang tetapi bagi seorang surfer gelombang bono dapat memberikan kenikmatan tersendiri. Antony sangat yakin dengan apa yang akan dilakukan, karena dia sudah melakukan ini sudah hampir dalam sepuluh tahun ini kami sering berselancar di bono yang ada di beberapa Negara seperti di Brazil, China, Malaysia, Prancis dan lain-lain. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit tentang bono yang disebut juga dengan tidel bore memang tidak banyak terdapat setiap sungai di seluruh dunia, Bono merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh gelombang pasang surut yang bertemu dengan arus Sungai Kampar. Kondisi muara yang berbentuk ’V’ memungkinkan pertemuan kedua macam arus tersebut, yaitu arus pasang dan arus sungai dari hulu, membangkitkan terbentuknya Bono. Gelombang Bono termasuk dalam kategori Tidal Bore, yaitu fenomena hidrodinamika yang terkait dengan pergerakan massa air dimana gelombang pasang menjalar menuju ke hulu dengan kekuatan yang bersifat merusak. Tidak semua muara sungai ataupun teluk bisa membangkitkan gelombang pasang semacam Bono. Catatan yang pernah ada sebagaimana dilaporkan TBRS (Tidal Bore Research Society), Bore yang terjadi di buy of Fundy Canada adalah tertinggi dari lebih seratus kejadian bono yang di pantau di 60 tempat di seluruh dunia. Beberapa fenomena yang pernah terjadi di negara lain (Donnelly dan Chanson, 2002). Seperti di Batang Lumpar (Malaysia), Sungai Siene (Francis), Sungai Shubenacadie dan Sungai Stewackie (Canada), Sungai Yang Tse-Kiang dan Sungai Hangzhou Fenomena Gelombang Pasang Bono Di Muara Sungai Kampar  (Hangchow) di China, Bore di Sungai Amazon (pororoca) di Brazil, tidal bore di Sungai Seine (mascaret) di Perancis, dan Tidal Bore Hoogly di Sungai Gangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TJrz3EMmXbI/AAAAAAAAAPI/BKUDh_uHNEI/s1600/RD_Yep+Bono.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TJrz3EMmXbI/AAAAAAAAAPI/BKUDh_uHNEI/s400/RD_Yep+Bono.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519992420640906674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 11 September 2010, Antony mengatakan kepada saya, bahwa gelombang bono disini sangat luar biasa mereka mendapat kejutan disini tidak seperti yang dibayangkan karena masyarakat bilang saat ini bononya kecil, dan mereka bertemu dengan gelombang bono dengan tinggi 2,5 meter dan Eduardo bage berselancar diatas bono selama satu jam tanpa henti. Kami tidak bisa bayangkan seperti apa bono yang besar bagi masyarakat Teluk Meranti. Di Teluk Meranti Antony dan rekannya berkesempatan memberikan privat selancar gratis kepada masyarakat, mereka sangat senang dengan sambutan yang diberikan oleh masyarakat Teluk Meranti. Setiap malam masyarakat berkumpul dan bercerita terkait bono sambil melihat film-film mereka berselancar di sungai kampar yang belum siap di edit dan di putarkan langsung di penginapan. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TJr07VkAyoI/AAAAAAAAAPQ/-JTzXSo2tgc/s1600/Bono.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TJr07VkAyoI/AAAAAAAAAPQ/-JTzXSo2tgc/s400/Bono.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519993593533614722" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut Antony setelah beberapa hari bertemu dengan bono mengatakan bahwa bono di Teluk Meranti memiliki potensi wisata yang cukup bagus, karena menurutnya ini bisa mengundang peselancar lainnya datang kemari, seperti peselancar yang sering berselancar di Mentawai, karena Mentawai tidak jauh  dari Teluk Meranti dan mereka bisa datang kemari untuk berselancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum team surfer datang ke Pekanbaru River Defender membantu dalam mensosialisasikan dan menyampaikan informasi ini ke Dinas Pariwisata Kab. Pelalawan, Kapolres Pelalawan serta Masyarakat di Teluk Meranti. Dinas Pariwisata Kab. Pelalawan mendukung kegiatan ini, bono memang di proyeksikan untuk tempat wisata oleh pemerintah kabupaten Pelalawan, namun ada beberapa fasilitas yang belum disiapkan dalam mendukung daerah ini menjadi tempat wisata, seperti Jalan, Menara Pemantau Bono dan lain-lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-7848842886836838043?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/7848842886836838043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/09/bono-not-dangerous-but-pleasure.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7848842886836838043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7848842886836838043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/09/bono-not-dangerous-but-pleasure.html' title='Bono Not Dangerous But Pleasure'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TJryzMjofxI/AAAAAAAAAPA/tDWn0hpGFfg/s72-c/RD_I.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-6138162864005141537</id><published>2010-09-22T12:16:00.003+07:00</published><updated>2010-11-22T09:57:38.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sungai Kampar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gelombang Bono'/><title type='text'>Peselancar Dunia Arungi Bono di Semenanjung Kampar – Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TJmSItd4ANI/AAAAAAAAAO4/2XNE0WYapEs/s1600/Eduardo+Bage.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TJmSItd4ANI/AAAAAAAAAO4/2XNE0WYapEs/s400/Eduardo+Bage.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519603496660762834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pesona gelombang pasang bono yang dimiliki kawasan Semenanjung Kampar ternyata mampu membius Antony Colas (Perancis), Fabriece Colas (Perancis), Patrick Audoy (Perancis), Eduardo Bage’ (Brazil), Maxence Fayras (Kameraman TV Calasa Perancis), keempat peselancar dunia ini memang merencanakan untuk mencoba berselancar diatas bono di kawasan Semenanjung Kampar Propinsi Riau. Sebelumnya mereka juga telah melakukan aktifitas yang sama di beberapa fenomena alam bono di beberapa tempat di belahan dunia. Seperti halnya Eduardo Bage’ peselancar asal Brazil ini, di negara asalnya juga terdapat bono namun ombak yang dihasilkan cenderung lebih besar. Pada kesempatan kali ini mereka disuguhkan dengan dengan ketinggian ombak sekitar ± 1,5 m. Menurut Akhwan Binawan selaku Koordinator River Defender, ia memang telah dihubungi oleh Anthony melalui situs jejaring sosial, untuk berkunjung ke Propinsi Riau. Namun Akhwan menjelaskan, bahwa bono di Kab. Pelalawan tersebut mencapai titik puncak ketinggian ombak pada sekitar bulan Desember nanti. Namun Antony menganggap ketinggian yang hanya berkisar 1,5m tersebut begitu berarti. Karena jadwal kedatangan yang berdekatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1431 H, River Defender menurunkan personil sebanyak delapan orang, terdiri dari, Akhwan Binawan, Rahmad Sentosa Harahap, Dedi Admi, Arga Saputra, Sukarno, Suryadi Natalis, Yoyon Mujiono dan Q-Wienk. Masing-masing memiliki kemampuan di bidang operator boat, teknisi, dan penerjemah. Karena secara kebetulan Antony dan rekan-rekannya belum menguasai bahasa Indonesia secara fasih.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthony dan rekan-rekannya tiba di Pekanbaru pada tanggal 5 September 2010 , dengan membawa perlengkapan mereka dan langsung di jemput tim River Defender di Bandara SSQ II untuk selanjutnya bermalam di kota Pekanbaru, karena esok hari mereka akan bertolak menuju Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau. Secara khusus Eduardo Bage’ mengatakan kegiatan ini memang sudah mereka rencanakan, Bage’ dan rekan-rekannya tersebut berhasil membuat keputusan untuk berangkat setelah melihat profil River Defender yang di akses melalui situs jejaring sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di lokasi, Tim River Defender beserta rombongan segera mempersiapkan perizinan dan sedikit observasi bersama Bage’ dan rekan-rekannya. Keesokan harinya dengan di pandu oleh dua unit Rubber Boat yang telah disiapkan River defender, mengawali aktifitas mereka yang cukup ekstrim tersebut. Suhu di lokasi yang mencapai 42° ini tak menghalangi niat lima warga asing tersebut, hingga kulit wajah mereka mengelupas oleh teriknya sinar matahari. Antony terlihat sangat serius mengarungi bono di lokasi ini, mukanya telah diolesi dengan masker menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar Teluk Meranti, Antony, Patrick, Fabriece dan Bage’ menghabiskan waktu seharian berselancar di hari pertama dan kedua kunjungan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki hari Ketiga, mereka berlima seperti terlihat sudah menjadi bagian dari warga setempat, karena antusias warga untuk melihat langsung aktifitas mereka makin membuat mereka bersemangat. Alhasil Bage’ berhasil mengajak salah seorang anak kecil penduduk Teluk Meranti bernama Syawal untuk dapat bergabung bersamanya dalam satu papan selancar, dan momentum ini justru tidak disia-siakan olehnya. Beberapa momen foto pun terlihat sangat indah. Tak mau kalah, Maxcence Fayras, seorang Kameraman TV Calasa Perancis, juga telah beraksi dengan kameranya, berbagai momen berharga dari rekan-rekan terabadikan dengan baik. Mulai dari keadaan alam hingga beberapa gambar aktifitas selancar rekan-rekannya menjadi sebuah kenangan indah. Menurut Fayras potensi alam yang dimiliki daerah ini sangat baik untuk di kembangkan kedepannya, karena beberapa atlit selancar dunia mulai melirik bono sebagai salah satu media mereka berekspresi. Memang ada yang berbeda ketika berselancar pada ombak di lautan, untuk fenomena bono yang unik ini justru harus memiliki keahlian khusus, tentu saja ini mereka (rekan-rekannya) dapatkan melalui jam terbang yang tidak sedikit. Menurut Fayras timnya mencatat sekitar delapan puluh bono yang sudah mereka coba dan tersebar di berbagai belahan dunia. Di Indonesia saja, menurutnya terdapat dua buah situs ombak bono yang mereka tahu, dan keduanya terdapat di ropinsi Riau. Terlebih ketika kita ingin melakukan kegiatan berselancar di bono, juga harus melihat waktu-waktu tertentu. Hal ini menambah persentasi dari tantangan mengarungi bono tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kegiatan, semua tim beristirahat dan menginap di penginapan Mega Lestari. Sebuah penginapan yang terletak sangat dekat dengan pemukiman warga desa. Aktifitas malam hari mereka lalui dengan berinteraksi bersama penduduk desa melalui pemutaran film-film aktifitas berselancar, apalagi mereka menyuguhkan saat-saat dimana Antony dan rekan-rekannya berselancar di Negara mereka. Warga pun semakin penasaran, hingga akhirnya pada hari keempat Antony dan rekan-rekan tergerak untuk memperkenalkan kegiatan berselancar kepada warga desa tersebut. Dengan mengajarkan beberapa teknik berselancar hingga prakteknya di lapangan. Sungguh sebuah petualangan yang mengasyikkan papar Bage’. Menurut salah seorang warga di desanya tersebut ada sebuah tradisi turun-temurun dimana pemuda melakukan aktifitas mengarungi bono dan dikenal dengan nama “Bakudo Bono”. Namun hanya teknisnya yang agak berbeda. Pada dasarnya pemuda disini cukup memiliki keahlian dalam mengarungi bono, papar Akhwan. Di Teluk Meranti sendiri, ketika pasang bono, warga dapat mengarungi ombak tersebut hingga puluhan kilometer jauhnya. Tentu saja dengan ciri khas atraksi tradisional yang harus di pertahankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah enam hari efektif melakukan kegiatan di bono tersebut, tepatnya tanggal 13 September 2010, semua tim bergerak pulang menuju kota Pekanbaru. Dan sebelumnya tak lupa berpamitan atau sekedar mengabadikan foto untuk kenang-kenangan bersama dengan perangkat desa dan warga setempat. Menurut Antony dan rekan-rekannya jika masih ada kesempatan mereka akan berencana untuk kembali lagi pada saat ombak bono meningkat, kira-kira seperti yang telah dikatakan Akhwan pada bulan desember. Ya, tentu saja ketika kesempatan ada, kenapa tidak? Komentarnya, dengan senyuman hangat. Pengalaman beberapa hari berselancar di Teluk Meranti sungguh sebuah momen yang tak terlupakan. Dengan menggunakan tiga unit mobil seluruh tim bergerak menuju kota Pekanbaru, karena Antony dan rekan-rekannya harus mengejar keberangkatan pada esok harinya untuk kembali ke Negara masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Teluk Meranti sendiri secara geografis terletak di Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau, dengan keadaan tanah berjenis rawa gambut dengan kubah gambut kaya karbon. Rata-rata warga Teluk Meranti berprofesi sebagai Nelayan dan petani, selain itu kawasan tersebut juga memiliki keanekaragaman hayati yang unik. Bagi individu atau komunitas yang senang berselancar, ketika waktu santai dapat berkunjung dan mencoba bono di kawasan ini, yang pasti akan membuat adrenalin anda mengalir deras. Kecamatan Teluk Meranti dapat diakses melalui jalan darat sekitar Lima jam perjalanan dari kota Pekanbaru. Rute yang akan dilewati merupakan jalan nasional yang menghubungkan antara kota Pekanbaru dengan Ibukota Kabupaten Pelalawan yaitu Pangkalan Kerinci, dari sini perjalanan memakan waktu tiga jam menuju Kecamatan Teluk Meranti, atau yang lebih dikenal dengan Semenanjung Kampar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-6138162864005141537?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/6138162864005141537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/09/peselancar-dunia-arungi-bono-di_22.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6138162864005141537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6138162864005141537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/09/peselancar-dunia-arungi-bono-di_22.html' title='Peselancar Dunia Arungi Bono di Semenanjung Kampar – Indonesia'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TJmSItd4ANI/AAAAAAAAAO4/2XNE0WYapEs/s72-c/Eduardo+Bage.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-9214731057021670692</id><published>2010-06-16T17:25:00.006+07:00</published><updated>2010-11-22T09:58:01.007+07:00</updated><title type='text'>Akhir Perjalanan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBinH_481AI/AAAAAAAAALI/tnSJ8SJvmeU/s1600/river-defender-tiba-di+Teluk+Meranti.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBinH_481AI/AAAAAAAAALI/tnSJ8SJvmeU/s400/river-defender-tiba-di+Teluk+Meranti.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483316302174802946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sabtu (12/6), para aktivis River Defender  mengakhiri kegiatan Ekspedisi Sungai Kampar di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.  Setelah melalui perjalanan sepanjang 380 kilometer, kali ini para aktivis menyempatkan diri untuk berkeliling melihat berbagai hal yang terjadi di kecamatan ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para aktivis River Defender menjumpai hal menarik di kecamatan ini.  Daerah ini memiliki pantai pasir yang cukup luas. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBindt6_7KI/AAAAAAAAALQ/o9K4OapFSu8/s1600/menarik-perahu-karet-di+pantai+Teluk+Binjai.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBindt6_7KI/AAAAAAAAALQ/o9K4OapFSu8/s400/menarik-perahu-karet-di+pantai+Teluk+Binjai.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483316675308678306" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu luasnya hingga ketika air surut hampir menghubungkan dua sisi Sungai Kampar.  Beberapa kali perahu karet tim ekspedisi terpaksa tidak bisa dijalankan karena surutnya air sungai.    Letak hamparan pasir di sungai ini pun dapat berpindah-pindah sewaktu-waktu.  Menurut warga setempat kondisi ini kadang menyulitkan transportasi perahu, terutama bagi mereka yang tidak kenal alur pelayaran di wilayah ini.  Berpindahnya alur pelayaran dan hamparan pasir ini dipengaruhi oleh gelombang pasang yang dikenal dengan istilah “bono”.  Bono adalah gelombang pasang raksasa yang membawa serta pasir dan lumpur.  Bono dapat menyapu apapun yang berada di sungai ini dengan kecepatan tinggi dan daya rusak yang hebat.  Sekalipun berbahaya bagi pelayaran, namun fenomena alam menarik ini juga berpotensi sebagai atraksi wisata.  Bono juga membuat pantai pasir yang dangkal di wilayah ini tampak indah.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBin-dzkhGI/AAAAAAAAALY/VhWPyeH7RIU/s1600/pasir-bersisik-di-pantai-Teluk+Binjai+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBin-dzkhGI/AAAAAAAAALY/VhWPyeH7RIU/s400/pasir-bersisik-di-pantai-Teluk+Binjai+2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483317237918237794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Air pasang telah membuat pasir pantai bergelombang dan membentuk pola yang indah seperti sisik ikan.  Pasir bersisik ini berhias warna coklat tua karena air gambut dari anak sungai dan parit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Desa Teluk Binjai, para aktivis juga mengunjungi kawasan pertanian masyarakat.  Warga desa ini ternyata adalah masyarakat petani dan nelayan sungai.  Gabungan dua profesi ini membuat desa ini cukup mandiri atas pemenuhan kebutuhan bahan pangannya.  Mereka nyaris tidak pernah membeli beras.  Lauk-pauknya pun dipenuhi dari kelimpahan ikan dari Sungai Kampar.  Ini adalah gambaran kehidupan orang Melayu yang masih bertahan selama ratusan tahun hingga saat ini.  Dari keterangan warga setempat, saat ini cukup sulit menjumpai keadaan serupa ini di tempat-tempat lain di sepanjang Sungai Kampar.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masyarakat Teluk Binjai bertani dengan sistem pertanian ladang padi pasang-surut.  Lahan pertanian mereka berada di hamparan subur tepian Sungai Kampar.  Tepatnya di sisi selatan kawasan ekosistem gambut Semenanjung Kampar.  Hingga saat ini, terdapat hamparan seluas 700 hektar di lokasi perladangan tersebut.  Menariknya, padi yang ditanam di tempat ini adalah varietas padi lokal yang organik.  Sekalipun hanya sekali dalam setahun, namun setiap panen jumlahnya mampu mencukupi kebutuhan pangan mereka, setidaknya selama setahun ke depan.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Beras kami tak beli, ikan pun tinggal mencari.  Kami tak pernah memakai pupuk untuk tanaman padi kami”, demikian tutur Samsuir, Kepala Desa Teluk Binjai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBioaK3zbxI/AAAAAAAAALg/wPfb2bC1Z7w/s1600/river-defender-tiba-di-Camp+Perlindungan+Semanjung+Kampar.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBioaK3zbxI/AAAAAAAAALg/wPfb2bC1Z7w/s400/river-defender-tiba-di-Camp+Perlindungan+Semanjung+Kampar.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483317713872056082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah singgah melepaskan dahaga di sebuah kedai kecil di Teluk Meranti, para aktivis River Defender lalu berkunjung ke lokasi Camp Masyarakat Untuk Perlindungan Semenanjung Kampar.  Camp ini didirikan pada tahun 2009 lalu bersama-sama oleh warga masyarakat setempat, sebuah LSM dari Pekanbaru (Jikalahari) dan Greenpeace.  Lokasinya berada tepat di seberang ibukota kelurahan Teluk Meranti.  Ketika sampai di camp ini, tidak seorang pun yang terlihat berada di sana.  Menurut cerita dari beberapa sumber, camp ini terbakar di awal tahun 2010 ini.  Para aktivis River Defender menjumpai sisa-sisa camp yang hangus terbakar di beberapa bagian.  Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab kebakarannya.  Pada bagian yang terbakar terlihat adanya garis polisi (police line).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama berada di Teluk Meranti, para aktivis juga bertemu dengan beberapa warga masyarakat dan seorang sukarelawan Greenpeace.  Dari penuturan mereka, dikatakan bahwa saat ini warga masyarakat dan Greenpeace sedang menyiapkan sebuah pembibitan jenis-jenis pohon asli setempat di dekat camp.  Kemungkinan bibit-bibit pohon yang dikumpulkan tersebut akan dipakai untuk ditanam di wilayah-wilayah yang hutannya telah rusak.  Para warga masyarakat dan Greenpeace juga sedang membangun ulang camp yang telah rusak terbakar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Berakhirnya Perjalanan Ekspedisi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Minggu (13/6), setelah mengadakan perpisahan sederhana dengan masyarakat desa teluk binjai sebagai tanda berakhirnya ekspedisi. Tim bergerak menunju ke Pekanbaru lewat jalan darat dengan menggunakan 3 mobil. Terlihat kesedihan di wajah  aktivis River Defender karena harus mengakhiri ekspedisi ini, setelah lebih kurang selama 8 hari bersama – sama mengarungi sungai kampar. Hujan, panas dan masalah yang mendera dihadapi bersama – sama, entah kapan lagi kebersamaan ini akan terjadi lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetapi yang jelas ekspedisi sungai kampar ini merupakan langkah awal bagi River Defender dalam upaya untuk penyelamatan sungai khususnya di Riau. River Defender kedepan akan melakukan ekspedisi – ekspedisi serupa disungai – sungai yang ada di riau. Selain ekspedisi Aktivis River Defender juga akan melakukan aksi – aksi rutin bulanan yang difokuskan untuk sungai – sungai di Kota Pekanbaru...”jadi bagi masyarakat yang ingin melihat sungai yang bersih silahkan ikut dan bergabung dengan kegiatan – kegiatan kami” ujar Fatra Budianto, salah seorang Aktivis River Defender. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“ tunggu aksi dan ekspedisi kami berikutnya” ujar Akhwan “Wewen” Binawan , Koordinator Ekspedisi Sungai Kampar River Defender,  “kami mengetuk hati masyarakat agar lebih peduli dengan sungai dan lingkungan kita supaya bisa terjaga, tidak perlu dengan kegiatan yang besar dengan membuang sampah pada tempatnya saja kita sudah ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan kita” tambah Akhwan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;River Defender merupakan kelompok relawan Peduli sungai yang fokus mengkampanyekan penyelamatan sungai. sungai - sungai diriau sekarang ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, banyak aktivitas - aktivitas manusia telah merusak ekosistim dan fungsinya sebagai sumber kehidupan makhluk hidup.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBioucqggnI/AAAAAAAAALo/piQOUfC_4y4/s1600/31238_1287866359406_1312610351_641431_7752315_s.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 87px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBioucqggnI/AAAAAAAAALo/piQOUfC_4y4/s400/31238_1287866359406_1312610351_641431_7752315_s.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483318062245511794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-9214731057021670692?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/9214731057021670692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/akhir-perjalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/9214731057021670692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/9214731057021670692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/akhir-perjalanan.html' title='Akhir Perjalanan...'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBinH_481AI/AAAAAAAAALI/tnSJ8SJvmeU/s72-c/river-defender-tiba-di+Teluk+Meranti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-6021575857684573491</id><published>2010-06-13T22:07:00.004+07:00</published><updated>2010-06-13T22:15:29.474+07:00</updated><title type='text'>Hindari Bono, Tim Ekspedisi Sungai Kampar Bermalam di Teluk Binjai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBT1VjQNhdI/AAAAAAAAAKw/qKR60TGlBZg/s1600/31238_1287982322305_1312610351_641604_4942340_s.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 87px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBT1VjQNhdI/AAAAAAAAAKw/qKR60TGlBZg/s320/31238_1287982322305_1312610351_641604_4942340_s.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482276397006030290" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBT1VjQNhdI/AAAAAAAAAKw/qKR60TGlBZg/s1600/31238_1287982322305_1312610351_641604_4942340_s.jpg"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); -webkit-text-decorations-in-effect: none; "&gt;Perjuangan sampai akhir. Slogan itu cocok dialamatkan kepada perjalanan hari terakhir Ekspedisi Sungai Kampar Tribun-River Defender.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;TEPAT pukul 09.30, Jumat (11/6) tim ekspedisi kembali melanjutkan perjalanannya.  Sebelum berangkat, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh seorang tetua masyarakat Pelalawan.  Ini adalah perjalanan terakhir setelah tujuh hari menyusuri Sungai Kampar. Lancang perahu sudah menuju ke titik terakhir ekspedisi yaitu desa Teluk Meranti. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekalipun telihat lelah, namun anggota tim ekspedisi tetap semangat untuk menyelesaikan ekspedisi.  "Tidak ada kata mundur, walaupun harus pake dayung!," seru  Yoyon, salah seorang kapten perahu karet. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yoyon adalah anak muda asal Bogor yang secara khusus datang ke Riau untuk terlibat dalam Ekspedisi Sungai Kampar. Ekspedisi ini diikuti oleh 14 orang aktivis River Defender dengan latar belakang  berbeda-beda. Keprihatinan yang sama terhadap kondisi sungai, membuat mereka bergabung dalam River Defender. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang aktivis yang lain, Dedi Panda mengatakan, "Walaupun saya harus libur berkerja, tapi demi masa depan sungai kita tak apalah".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perjalanan hari ketujuh ini terasa lambat sekali. Perahu tidak dapat melaju kencang karena membawa beban yang cukup berat. Hanya satu mesin perahu yang digunakan untuk perjalanan ini. Beberapa menit selepas Pelalawan, ternyata tim ekspedisi kembali menghadapi masalah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagian buritan perahu karet yang digunakan untuk menarik perahu karet yang lain ternyata nyaris terlepas. Syukurlah sang kapten segera mendeteksi hal ini. Akibatnya perahu pun harus kembali menurunkan kecepatannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama perjalanan tidak terlihat lagi aktivitas lalu lintas di sungai yang dulunya ramai dengan perahu, pompong dan kapal. Sepinya lalu lintas sungai ini karena tidak banyak lagi masyarakat yang menggunakan akses sungai. Telah ada jalan darat menuju beberapa tempat di wilayah hilir Sungai Kampar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa kali perahu karet tim ekspedisi yang kandas di beting pasir. Beting pasir di wilayah hilir Sungai Kampar merupakan keunikan. Sulit untuk menebak lokasi betingnya karena letak beting tersebut sering berpindah-pindah. Jika kita tidak jeli melihat alur sungai, maka perahu kita akan kandas.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBT1ma18xAI/AAAAAAAAAK4/7dk77o2A-4I/s1600/30388_1272081284789_1312610351_606754_7919113_s.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 87px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBT1ma18xAI/AAAAAAAAAK4/7dk77o2A-4I/s400/30388_1272081284789_1312610351_606754_7919113_s.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482276686806172674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjelang malam perjalanan Tim Ekspedisi Sungai Kampar masih harus menempuh tiga jam lagi untuk sampai ke garis finish ekspedisi. Dengan hanya bermodalkan dua buah senter para aktivis River Defender ini tetap melanjutkan perjalanannya. Udara dingin mulai terasa, beberapa aktivis mulai mengantuk karena kelelahan dan perut yang mulai keroncongan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Dalam perjalanan malam seperti ini, saya membayangkan betapa tangguhnya orang-orang dulu  yang hanya menggunakan perahu sederhana, dayung serta angin untuk menggerakkan perahu mereka menembus kegelapan," ujar Fatra, salah seorang aktivis River Defender.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ini mirip seperti cerita dalam lagu Lancang Kuning yang sangat melegenda," imbuh Fatra.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tepat pukul 22.00, Tim Ekspedisi Sungai Kampar berlabuh di Desa Teluk Binjai.  Para aktivis memutuskan untuk singgah di sini. Mereka mendengar kabar bahwa "bono" atau gelombang pasang  besar akan terjadi tengah malam. Risiko perahu akan celaka terkena terjangan bono mendasari keputusan mereka, terlebih hanya satu perahu yang memiliki mesin. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekadar mengingatkan pembaca, ekspedisi diinisiasi oleh Yayasan Mitra Insani, Telapak Badan Teritori Riau, Hakiki, dan Aliansi Masyarakat Riau, serta didukung oleh harian Tribun Pekanbaru. Ekspedisi berlangsung selama tujuh hari, berakhir di Desa Teluk Meranti, Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan, 12 Juni. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tim ekspedisi akan melewati 24 desa yang berada di pinggiran Sungai Kampar. Selama perjalanan nanti, mereka akan menginap di enam desa, yakni Desa Batu Sanggan, Desa Gunung Sahilan, Mentulik, Langgan, Desa Pelalawan dan terakhir Desa Meranti. Enam desa dipilih dengan alasan tertentu, khususnya kerusakan lingkungan yang terjadi disana. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat menginap inilah tim ekspedisi antara lain berdiskusi dengan warga tempatan dalam kampanye penyelamatan Sungai Kampar. Tim ekspedisi juga melakukan studi dengan meneliti bantaran sungai, kehidupan sosial masyarakat pinggiran sungai, ekologi hutan di sepanjang sungai, serta kualitas air sungai di beberapa titik. Semua ini nantinya akan menjadi masukan buat Pemprov Riau dalam mengelola lingkungan, khususnya sungai. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungai Kampar dipilih untuk kegiatan ini sebagai satu dari daerah aliran sungai (DAS) di Riau selain Sungai Siak, Sungai Rokan dan Sungai Indragiri,yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungai Kampar berada di dua kabupaten, yakni Kampar dan Pelalawan. Hulu Sungai Kampar sendiri berada di Provinsi Sumatra Barat, dengan panjang mencapai 413,5 kilometer dan kedalaman rata-rata 7,7 meter serta lebar rata-rata 143 meter. (*)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBT16hu9-3I/AAAAAAAAALA/vdVjUQORbp0/s1600/31238_1287866359406_1312610351_641431_7752315_s.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 87px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBT16hu9-3I/AAAAAAAAALA/vdVjUQORbp0/s400/31238_1287866359406_1312610351_641431_7752315_s.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482277032253324146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-6021575857684573491?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/6021575857684573491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/hindari-bono-tim-ekspedisi-sungai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6021575857684573491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6021575857684573491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/hindari-bono-tim-ekspedisi-sungai.html' title='Hindari Bono, Tim Ekspedisi Sungai Kampar Bermalam di Teluk Binjai'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBT1VjQNhdI/AAAAAAAAAKw/qKR60TGlBZg/s72-c/31238_1287982322305_1312610351_641604_4942340_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-7861843333348657322</id><published>2010-06-12T01:11:00.001+07:00</published><updated>2010-06-12T01:26:11.625+07:00</updated><title type='text'>Pelalawan; Dari Kerajaan Menjadi Kelurahan</title><content type='html'>&lt;div&gt;Pelalawan, Kamis (10/6).  Seharian penuh berada di Keluarahan Pelalawan membawa arti tersendiri bagi para aktivis River Defender.  Kelurahan ini sangat berbeda dengan kelurahan-kelurahan lain pada umumnya.  Sekalipun hanya sebuah kelurahan di tengah hutan, ia telah menjadi saksi sejarah budaya Melayu di Riau sejak abad ke-14.  Para aktivis River Defender berkesempatan untuk menggali informasi ini dari warga setempat.  Informasi yang didapatkan pun jadi semakin lengkap dengan mengunjungi beberapa lokasi cagar budaya di Pelalawan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah sebelumnya membuat janji, para aktivis bertemu dengan seorang pejabat adat setempat.  Ia bernama Edi Hanafi (51 tahun) yang dalam adat setempat bergelar Penghulu Koto.  Dari beliau lah para aktivis akhirnya memahami sejarah kelurahan kecil ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Di kelurahan ini dulu ada kerajaan islam yang asalnya dari Malaka,” ujarnya memulai penjelasannya.   &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diawali dari larinya seorang raja bersama permaisurinya dengan sebuah perahu saat Malaka diserang Portugis.  Dalam pelarian panjangnya akhirnya sang raja mendarat di daerah Pekan Tua di Kuala Kampar.  Mereka lalu mendirikan sebuah kerajaan yang kemudian bernama Kerajaan Kampar dan berpusat di Pekan Tua.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah sang raja meninggal, ia kemudian digantikan oleh salah seorang puteranya.  Di bawah kepemimpinan puteranya ini, lalu kerajaan ini berusaha mencari tempat yang baru di wilayah hulu sungai.  Orang-orang kerajaan ini menyusuri Sungai Kampar ke arah hulu hingga mencapai wilayah di mana kelurahan ini berada sekarang.  Namun mereka tidak langsung memutuskan untuk menempati tempat ini, meskipun cocok dengan kebutuhan mereka.  Tempat yang mereka cari kala itu adalah sebuah tempat dimana terdapat 2 buah anak sungai saling berhadapan.  Nama kedua sungai itu adalah Sungai Rasau [sekarang disebut Sungai Hulu Bandar] dan Sungai Selempaya.  Mereka hanya menandai tempat ini atau dalam bahasa setempat disebut “lalau”.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka berperahu terus ke arah hulu hingga pada satu tempat rombongan kerajaan ini masuk ke sebuah anak sungai.  Namun ternyata, mereka terpaksa tidak mampu melanjutkan perjalanan karena terhalang oleh sebuah batang besar yang melintang di tengah sungai.  Batang ini berusaha mereka potong dengan parang.  Anehnya batang ini ternyata mengeluarkan cairan seperti darah yang berwarna kehitaman.  Ternyata batang tersebut adalah seekor ular besar.  Tempat ini kemudian diberi nama Sungai Nilo, karena warna darah kehitaman yang mengucur terkesan seperti nila (racun).  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya rombongan Kerajaan Kampar tersebut lalu memutuskan untuk membangun istana kerajaan di atas Sungai Rasau.  Istana ini disebut dengan “istana terapung”.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada suatu masa, Kerajaan Kampar di Sungai Rasau ini kemudian pindah termpat lagi ke hilir dan akhirnya menempati tempat yang sebelumnya telah dilalau.  Tempat ini kemudian disebut dengan Pelalauan yang pada akhirnya berubah menjadi Pelalawan.  Kerajaan Kampar kemudian bertahan beberapa waktu dan kemudian juga disebut Kerajaan Pelalawan.  Istana raja di tempat ini disebut dengan “istana sayap”.  Selama berada di tempat ini istana sayap pernah dipindahkan ke tempat lain di sekitarnya.  Istana baru lagi ini disebut dengan “istana limas”.  Namun akhirnya lokasi istana lalu kembali lagi ke tepian sungai yang sebelumnya telah pernah ada, yaitu istana sayap.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada sore hari, para aktivis River Defender berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat yang terkait dengan kerajaan ini.  Ternyata di sini banyak sekali dijumpai peninggalan-peninggalan bersejarah yang dijadikan cagar budaya.  Diantaranya adalah makam jauh di tepian Sungai Rasau, makam dekat di tengah ibukota kelurahan, meriam Kerajaan Pelalawan, dan Istana Sayap.  Makam jauh dan makam dekat adalah pemakaman keluarga raja yang pernah berkuasa di kerajaan ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para aktivis sempat terkejut melihat situasi makam jauh.  Jalan menuju tempat tersebut telah ditutupi oleh rumput dan semak belukar.  Bangunan pelindung makam telah lapuk digerogoti usia.  Sementara itu lantai terasnya pun sudah retak.  Sayang sekali makam raja-raja di tepian Sungai Rasau nyaris tidak terawat dengan baik.  Tampaknya dibutuhkan adanya perhatian khusus untuk merawat dan melestarikan cagar budaya penting ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berbeda dengan makam tersebut, Istana Sayap kondisinya sangat baik.  Istana Sayap sangat megah dan menggambarkan kejayaan kerajaan ini.  Sekalipun sebelumnya telah rubuh, istana ini kemudian direkonstruksi ulang pada tahun 2003.  Rekonstruksi istana ini didasarkan atas informasi sejarah yang didapatkan dari Negeri Belanda.  Kabarnya biaya rekonstruksi ini sangat mahal, hingga mencapai lebih dari 10 milyar rupiah.  Seorang penjaga istana mengatakan bahwa biaya pembangunan ulang ini didukung oleh sebuah pabrik kertas terbesar se-Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain informasi mengenai sejarah kerajaan, para aktivis River Defender juga mendapat cerita menarik lainnya.  Sebagai ibukota kerajaan, Pelalawan adalah sebuah ibukota.  Masyarakatnya hidup makmur dan tak kekurangan pangan dari kelimpahan ikan sungai dan rawa serta beras yang dihasilkan dari ladang-ladang pasang surut.  Sistem perladangan ini dilakukan berpindah-pindah di hamparan tanah subur tepian Sungai Kampar yang dipengaruhi pasang-surut air.  Kehidupan perladangan mereka telah nyaris hilang sama sekali.  Kini daerah perladangan mereka di tepian Sungai Kampar telah berubah menjadi kebun-kebun karet.  Kini warga Pelalawan sepenuhnya tergantung dari beras yang harus dibeli dari luar wilayah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Di sini sudah tidak ada ladang lagi.  Satu-satunya lokasi perladangan yang tersisa hanya tinggal sepenggal tanah sempit di dekat pasar,” ungkap Edi Hanafi pada para aktivis.  Ungkapan ini seakan dibenarkan dengan informasi yang didapatkan dalam data monografi desa di Kantor Kelurahan Pelalawan.  Dari data tersebut penggunaan lahan tanaman pangan sangat sedikit dibanding lahan untuk tanaman perkebunan karet dan kelapa sawit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-7861843333348657322?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/7861843333348657322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/pelalawan-dari-kerajaan-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7861843333348657322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/7861843333348657322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/pelalawan-dari-kerajaan-menjadi.html' title='Pelalawan; Dari Kerajaan Menjadi Kelurahan'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-6539696503107725931</id><published>2010-06-10T23:18:00.004+07:00</published><updated>2010-06-11T00:42:43.544+07:00</updated><title type='text'>Bersakit-sakit Menyusuri Sungai Kampar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBEcoC43ovI/AAAAAAAAAKg/ZZjS1mM-apM/s1600/IMG_7504.JPG"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: right; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px; " src="http://3.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBEcoC43ovI/AAAAAAAAAKg/ZZjS1mM-apM/s320/IMG_7504.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481193695782347506" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBEcoC43ovI/AAAAAAAAAKg/ZZjS1mM-apM/s1600/IMG_7504.JPG"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Pada pukul 18.15 dua perahu karet tim ekspedisi ini akhirnya menyentuh dermaga Kelurahan Pelalawan.  Tak terasa perjalanan panjang Tim Ekspedisi Sungai Kampar ini sudah memasuki hari kelima.  Sejauh ini penyusuran ini telah menghabiskan setidaknya 200 liter bensin.   Hingga Kelurahan Pelalawan kedua perahu kecil ini telah menempuh perjalanan sepanjang 230 kilometer.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyusuri Sungai Kampar dari wilayah hulu hingga ke hilir bukanlah hal mudah.  Dari awal perjalanan tim ekspedisi harus menyusuri hulu Kampar dengan terseok-seok.  Mesin tempel 2 tak bertenaga 40 PK tak selamanya dapat digunakan.  Dayung pun harus dipakai jadi alat bantu.  Air sungai begitu dangkal, hingga terkadang para aktivis River Defender harus turun dari perahu dan menyeretnya pelan-pelan agar tidak terantuk batu-batu di dasar sungai.  Perjalanan di hulu pun jadi terasa sangat lama dan melelahkan.  Berperahu dengan tenaga campur tarik ini berakhir di Kampung Rakit Gadang, Desa Lipat Kain.  Perjalanan selanjutnya sudah berada di sungai yang dalam sehingga tidak ada lagi cerita menarik perahu.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBEfeCjNWCI/AAAAAAAAAKo/fSresQswsQ0/s1600/IMG_4911.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBEfeCjNWCI/AAAAAAAAAKo/fSresQswsQ0/s320/IMG_4911.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481196822427686946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, ternyata kelegaan para aktivis tak berlangsung lama.  Kali ini para aktivis harus dihadapkan pada kondisi peralatan transportasi mereka.  Salah satu perahu karet mengalami kebocoran pada lunas dan bagian bawah haluannya.  Sekalipun kebocoran ini tidak berakibat fatal pada keselamatan para aktivis, namun setidaknya beberapa kali perahu tersebut harus berhenti di tengah jalan.  Kebocoran tak mungkin diperbaiki, maka yang harus dilakukan adalah memompanya.  Kegiatan memompa ini terus dilakukan hampir setiap 30 menit sekali untuk menjaga stabilitas perahu saat mengarungi sungai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di perahu lain, situasinya tak jauh berbeda.  Bukan badan perahunya yang bermasalah, tapi mesinnya.  Mesin tempel ini terus ngadat selama dalam perjalanan.  Mesinnya terbatuk-batuk, dan jika dimatikan sulit untuk dihidupkan kembali.  Terkadang para aktivis harus menunggu 1-2 jam untuk memperbaikinya hingga dapat melanjutkan perjalanan.  Beruntunglah salah satu anggota tim ekspedisi adalah seorang mekanik perahu motor.  Dengan kepiawaiannya ia mampu memastikan mesin perahu tersebut terus melanjutkan perjalanan.  Namun, ketika penyusuran sungai ini mencapai Jembatan Pangkalan Kerinci, malang tak dapat ditolak.  Mesin perahu ini mati kembali dan harus dibawa ke sebuah bengkel perahu setempat.  Kemalangan ini  ternyata berkepanjangan karena akhirnya sang montir mem-vonis mesin perahu tidak layak pakai dan telah rusak parah.  Para aktivis pun jadi terhenyak dengan kejadian ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beruntunglah para aktivis masih tetap bersemangat untuk mensukseskan ekspedisi ini.  Dalam sebuah briefing singkat di bengkel perahu, akhirnya para aktivis bersepakat meneruskan ekspedisi ini hingga akhir.  Perjalanan dilanjutkan dengan cara menarik perahu karet yang bermasalah mesinnya, layaknya sebuah mobil derek yang sedang menarik mobil yang mogok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekalipun perjalanan tetap dilanjutkan dengan semangat tinggi, namun kelelahan tak mudah disembunyikan oleh para aktivis River Defender ini.  Perjalanan lima hari di bawah terik matahari Riau yang menyengat telah membakar kulit wajah mereka.  Hidung dan dahi mereka berwarna merah-hitam dan kulitnya terkelupas.  Kepala yang pening berdenyut-denyut karena sengatan matahari (heat stroke) pun terkadang membuat kondisi fisik mereka melemah.  Topi dan penutup kepala kadang tak mampu melindungi sengatan matahari langsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian.  Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peribahasa ini lah yang mungkin jadi inspirasi dan penyemangat para aktivis River Defender.  Sekalipun harus bersakit-sakit, kelelahan, dan menghadapi ujian berat, ekspedisi ini harus sukses.  Mereka membayangkan saat dahulu kala dimana orang-orang Melayu Riau harus berdayung sampan di Sungai Kampar ini ke mana pun tujuannya.  Tak hanya ke arah hilir seperti perjalanan ekspedisi ini, tapi bahkan ke arah hulu yang jauh lebih berat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Temuan-temuan dan keramahan warga masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kampar juga jadi penghibur dalam perjalanan ini.  Sebagai contohnya, para aktivis River Defender dapat melihat langsung pengangkutan ribuan kubik kayu dengan tongkang raksasa dalam perjalanan hari kelima ini.  Kayu-kayu tersebut akan dipergunakan sebagai bahan baku untuk industri kertas yang dioperasikan oleh PT. RAPP di Pangkalan Kerinci.  Semoga saja ribuan kubik kayu ini tidak berasal dari kegiatan penebangan hutan besar-besaran yang dapat berdampak negatif pada kelestarian sungai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-6539696503107725931?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/6539696503107725931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/bersakit-sakit-menyusuri-sungai-kampar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6539696503107725931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6539696503107725931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/bersakit-sakit-menyusuri-sungai-kampar.html' title='Bersakit-sakit Menyusuri Sungai Kampar'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TBEcoC43ovI/AAAAAAAAAKg/ZZjS1mM-apM/s72-c/IMG_7504.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-5768065188966512869</id><published>2010-06-09T19:43:00.003+07:00</published><updated>2010-06-09T20:11:30.737+07:00</updated><title type='text'>Wisata Memancing diantara Mentulik dan Langgam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA-OPlVo4CI/AAAAAAAAAKI/7ZUGwKMwqAk/s1600/IMG_6382.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA-OPlVo4CI/AAAAAAAAAKI/7ZUGwKMwqAk/s320/IMG_6382.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480755669905236002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  border-collapse: collapse; font-family:arial, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Hari keempat penyusuran Sungai Kampar Kiri melintas di sebuah wilayah sepanjang aliran sungai yang tak kalah menariknya dengan Gunung Sahilan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Menarik karena wilayah ini biasanya hanya dikenal oleh para hobbyist atau penggemar wisata memancing.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Wilayah ini terletak diantara Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan, tepatnya antara Desa Mentulik dan Desa Rantau Baru.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Wilayah panjang ini juga melintasi 2 sungai, yaitu Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar yang jadi sungai utamanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Sejak dari Mentulik, hampir setiap kali para aktivis menjumpai adanya kegiatan memancing.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Ada yang memancing dari tepian sungai dan ada pula yang memancing dengan bantuan alat transportasi.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Alat transportasi yang digunakan adalah perahu dayung,&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;robin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; (baca: perahu motor), dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;pompong&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; atau perahu motor dari kayu yang berukuran lebih besar dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;robin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Salah seorang aktivis River Defender, Dodi Fadilah secara kebetulan juga seorang penghobi kegiatan memancing.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Menurutnya wilayah ini telah lama dikenal sebagai daerah tujuan bagi para pemancing.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;“Para pemancing umumnya menuju Mentulik, Singawek dan Langgam,” ujar Dodi menjelaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Tak hanya pemancing lokal yang mengunjungi wilayah ini, tapi juga para pemancing profesional dari Pekanbaru.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Para mancing mania asal Pekanbaru ini umumnya datang dengan peralatan pancing yang sangat lengkap untuk memancing selama 1-2 hari penuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Para aktivis ini berkesempatan untuk singgah di salah satu desa yang disebutkan oleh Dodi.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA-P8CgHCmI/AAAAAAAAAKQ/JNGTEWYyo2Y/s1600/IMG_6507.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA-P8CgHCmI/AAAAAAAAAKQ/JNGTEWYyo2Y/s320/IMG_6507.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480757533159656034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Desa itu bernama Singawek.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Namun para aktivis sempat heran karena kampung disebutkan ternyata sebuah desa yang lengang dan nyaris tidak berpenghuni.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Di sini yang tampak hanya reruntuhan rumah kayu, atau rumah kayu tak berpenghuni, dan sebuah mesjid yang telah lama ditinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Belakangan para aktivis baru mengetahui bahwa desa ini telah 12 tahun ditinggalkan oleh warganya karena banjir besar yang merendam seluruh desa.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Warga Singawek lalu pindah ke tempat baru yang lebih aman.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Tempat baru ini bernama Desa Gading Permai.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Untunglah akhirnya para aktivis sempat bertemu dengan dua orang warga Singawek.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Mereka pun lalu berbincang dengan kedua warga Singawek tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Adalah Pak Kaharudin, seorang lelaki tua berusia 60 tahun yang kemudian bercerita panjang lebar soal kegiatan memancing di sepanjang Mentulik hingga Langgam ini.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Menurut Pak Kaharudin, Singawek selalu menjadi tempat tujuan wisata pancing.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Begitu terkenalnya wilayah ini, hingga banyak pejabat pemerintah dari Pekanbaru yang datang melempar kail.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Bahkan bekas gubernur Riau, Saleh Djasit juga pernah memancing di sini.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Mereka biasanya datang memancing pada hari Sabtu/Minggu atau hari libur.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Aktivitas memancing ini umumnya bertambah ramai saat air sungai sedang surut.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Mereka menyewa perahu maupun &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;pompong&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; dari warga Singawek.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Harga sewanya tidak terlalu mahal.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Untuk sebuah perahu dayung, uang sewanya selama sehari penuh hanya Rp 30.000.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Sementara itu untuk sebuah robin, hanya Rp 100.000 per hari tanpa BBM.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Jika ingin menyewa pompong karena berukuran lebih besar dan nyaman, para pemancing hanya butuh merogoh koceknya sebesar Rp 250.000 s/d Rp 350.000 per hari tanpa BBM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Pak Kaharudin juga mengantar para aktivis River Defender untuk mengunjungi salah satu lubuk (tempat ikan) di kampung ini sambil memancing.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Lubuk-lubuk ini biasanya selalu jadi titik pemancingan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Beberapa lubuk yang sering jadi titik pemancingan adalah Kuala Singawek, Teluk Sontok, Teluk Umbai, Teluk Gading, Teluk Mengkudu, Teluk Danau Paki, Kuala Langgai, Teluk Beringin, Teluk Pekuburan, Bakung, dan Lubuk Kuala Kampar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Cukup banyak jenis ikan yang biasa menjadi target wisata pancing di Singawek.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Ikan&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Baung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Selais&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Singgarat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Idung Budak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Kapiyek&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Juoaro&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; dapat dijumpai di sini.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Jika beruntung, terkadang para pemancing dapat memperoleh ikan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Tapah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Patin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; berukuran besar di sini.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Rudi Hartono (35 th), warga Singawek lain yang ditemui, mengatakan bahwa dua minggu lalu para pemancing yang datang rata-rata bisa mengangkat 5 kg ikan dari pancingnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Penuturan kedua warga Singawek ini tampaknya bukan isapan jempol belaka.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Aliran Sungai Kampar Kiri di Singawek adalah wilayah yang selalu dijaga kelestariannya oleh warga setempat.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Ninik Mamak setempat juga menetapkan sanksi yang berat pada orang-orang yang merusak wilayah sungai ini.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Bahkan ada sebuah aturan yang melarang keras masuknya orang di luar warga desa untuk memasuki aliran Sungai Singawek.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Ini adalah sebuah sungai kecil yang bermuara di Sungai Kampar Kiri.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Bagi orang luar yang ingin memasukinya, maka ia haruslah memiliki saudara yang jadi warga Singawek dan sepengetahuan warga Singawek.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Bagi warga Singawek sendiri, ditetapkan adanya retribusi sebesar Rp 1.000 setiap kali memasuki Sungai Singawek.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Retribusi ini diperuntukkan bagi upaya pembangunan mesjid.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Ketika akhirnya tim ekspedisi Susur Kampar ini melanjutkan perjalanan, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;selalu saja berpapasan ataupun menjumpai para pemancing yang sedang beraksi dengan kailnya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Jadi, bagi para &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;mancing mania&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; yang ingin merasakan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;strike&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; di sungai, coba lah ke Mentulik, Singawek, atau Langgam &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;bro&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA-SRuxZflI/AAAAAAAAAKY/2qNfH1x9rqY/s1600/IMG_5746.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA-SRuxZflI/AAAAAAAAAKY/2qNfH1x9rqY/s320/IMG_5746.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480760104843837010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-5768065188966512869?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/5768065188966512869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/wisata-memancing-diantara-mentulik-dan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/5768065188966512869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/5768065188966512869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/wisata-memancing-diantara-mentulik-dan.html' title='Wisata Memancing diantara Mentulik dan Langgam'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA-OPlVo4CI/AAAAAAAAAKI/7ZUGwKMwqAk/s72-c/IMG_6382.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-4653172497657474460</id><published>2010-06-08T21:36:00.006+07:00</published><updated>2010-06-08T22:26:38.847+07:00</updated><title type='text'>Ikan, Madu dan Adat Gunung Sahilan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA5czn0lsqI/AAAAAAAAAJo/C4YUL-8UKLA/s1600/IMG_5598.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA5czn0lsqI/AAAAAAAAAJo/C4YUL-8UKLA/s320/IMG_5598.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480419838489113250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore yang cerah menyambut kedatangan para aktivis River Defender di Desa Sahilan Darussalam, Kecamatan Gunung Sahilan.  Kelelahan yang mendera selama berperahu di bawah sengatan matahari segera hilang saat haluan menyentuh bibir pantai berlumpur di desa ini. Empat belas orang aktivis River Defender segera menghambur ke darat untuk melepas lelah.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah warung sederhana menyambut kami dengan suguhan khas “es madu” yang segar.  Kepala yang pening akibat sengatan matahari (heat stroke) pun terobati.  Minuman segar ini memang bukan minuman ringan biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA5f9v39IGI/AAAAAAAAAJ4/pKWOQiAb468/s1600/IMG_5622.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA5f9v39IGI/AAAAAAAAAJ4/pKWOQiAb468/s320/IMG_5622.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480423310984290402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Madu yang jadi bahan utamanya telah dikenal luas sebagai obat dan minuman kesehatan.  Saat kita meminum es madu, maka kita akan mendapatkan efek berganda, yaitu lepasnya dahaga serta kesehatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunung Sahilan adalah salah satu daerah penghasil madu alam yang cukup terkenal.  Warga setempat telah memelihara pohon madu (sialang) sejak berpuluh bahkan ratus tahun yang lalu.  Daerah ini tampaknya telah dianugerahi oleh Sang Pencipta menjadi daerah penghasil madu.  Jika kita menyusuri sungai di sekitar Gunung Sahilan, maka dengan mudah kita dapat melihat puluhan koloni lebah madu yang bersarang pada cabang-cabang pohon Rengas (Glutta renghas) raksasa di tepian sungai.  Pada sebatang pohon Rengas, kita dapat menemukan lebih dari sepuluh sarang lebah madu.  Sementara itu pohon Rengas dapat dijumpai di hampir setiap tempat di tepian Sungai Kampar Kiri.  Berdasarkan penuturan dari beberapa warga setempat, produksi madu dari daerah Gunung Sahilan dapat mencapai 10 ton setiap bulannya.  Sebuah angka produksi madu yang luar biasa melimpah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap pohon madu di sini dilindungi secara adat.  Jika ada yang menebangnya, maka ia akan terkena sanksi adat dengan nilai yang cukup besar.  Orang yang terkena sanksi harus menyediakan satu ekor kerbau untuk disembelih sebagai gantinya.  Pengenaan sanksi ini sendiri harus dilakukan dengan persetujuan lembaga pemegang aturan adat, yaitu Ninik Mamak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita madu ini membuat para aktivis River Defender memperpanjang waktu persinggahannya di Gunung Sahilan, hingga hari Senin (7 Juni 2010) siang.  Ketertarikan para aktivis juga didorong oleh cerita-cerita lain yang jarang diketahui orang tentang tempat ini.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA5fIaY6HlI/AAAAAAAAAJw/ppkWaFaDYqg/s1600/IMG_5629.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA5fIaY6HlI/AAAAAAAAAJw/ppkWaFaDYqg/s320/IMG_5629.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480422394683858514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sini pernah ada sebuah kerajaan tua yang bernama Kerajaan Gunung Sahilan.  Dari penuturan Kepala Desa Sahilan Darussalam dan beberapa orang tua yang ditemui, kerajaan ini telah ada bahkan sebelum berdirinya kota Pekanbaru.  Sayangnya keberadaan kerajaan ini tidak dikenal luas dalam cerita sejarah umum.  Padahal di tempat ini masih bisa dijumpai adanya istana kerajaan yang sampai sekarang masih dipergunakan sebagai pusat kegiatan-kegiatan adat.    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adat memang masih dipegang teguh oleh masyarakat Gunung Sahilan, tak hanya untuk urusan pernikahan dan kematian.  Kegiatan mencari ikan juga dilindungi oleh aturan adat.  Hal ini mungkin terjadi karena sebagian besar warga Gunung Sahilan tak bisa lepas dari keberadaan Sungai Kampar Kiri.  Lebih dari 50% penduduknya menggantungkan kehidupan ekonominya pada kegiatan mencari ikan di sungai sejak dahulu kala.  Sebagai contoh, adanya pengenaan sanksi adat pada orang yang melakukan pengambilan ikan dengan cara merusak seperti penggunaan racun dan listrik di wilayah ini.  Sanksinya adalah satu ekor kerbau. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap 5 tahun sekali masyarakat Gunung Sahilan menyelenggarakan perhelatan adat besar yang terkait dengan kelangsungan hidup nelayan sungai serta kelestarian sungai itu sendiri.  Kegiatan ini disebut dengan nama “Menyemah Rantau”.  Dalam kegiatan ini seluruh warga masyarakat berkumpul bersama dalam sebuah acara yang mirip dengan selamatan atau kenduri.  Seekor kerbau akan disembelih untuk acara ini.  Kemudian kepala kerbau tersebut dihanyutkan di batas hulu kenegerian Gunung Sahilan di Sungai Kampar Kiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu lah Gunung Sahilan, sebuah wilayah adat kenegerian yang cukup unik di sepanjang Sungai Kampar Kiri.  Keberadaan sarang lebah madu di tepian sungai ini seakan jadi penanda bahwa ekosistem sungai telah menyediakan beragam hasil alam pada masyarakat Gunung Sahilan.  Begitu pentingnya madu dan ikan sehingga membuat dua produk lokal ini pun harus diatur pengelolaannya secara adat.  Selama beratus tahun adat telah berperan penting bagi kehidupan orang-orang Gunung Sahilan.  Wajar bila hingga kini aturan adat yang menyangkut ikan sungai dan madu tetap dipegang teguh.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga aturan adat seperti ini mampu bertahan dalam situasi sekarang.  Situasi dimana hutan dan sungai semakin rusak, buruknya tingkat perekonomian masyarakat, dan rendahnya kepedulian orang akan upaya pelestarian lingkungan.  Setidaknya adat Gunung Sahilan dapat menjamin perbaikan kehidupan ekonomi nelayan sungai dan kelestarian Sungai Kampar Kiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA5gqsKbIuI/AAAAAAAAAKA/Mpzca0E_zRs/s1600/Copy+of+IMG_6262.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA5gqsKbIuI/AAAAAAAAAKA/Mpzca0E_zRs/s400/Copy+of+IMG_6262.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480424083082126050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-4653172497657474460?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/4653172497657474460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/ikan-madu-dan-adat-gunung-sahilan.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/4653172497657474460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/4653172497657474460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/ikan-madu-dan-adat-gunung-sahilan.html' title='Ikan, Madu dan Adat Gunung Sahilan'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA5czn0lsqI/AAAAAAAAAJo/C4YUL-8UKLA/s72-c/IMG_5598.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-655272590464127084</id><published>2010-06-08T01:44:00.005+07:00</published><updated>2010-06-08T02:22:57.160+07:00</updated><title type='text'>Mengais Rezeki Di Air Keruh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA0_LlkK6kI/AAAAAAAAAJQ/h8NYrJsS-Fo/s1600/IMG_5318.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA0_LlkK6kI/AAAAAAAAAJQ/h8NYrJsS-Fo/s320/IMG_5318.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480105789874694722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sungai Kampar Kiri sedikit berbeda kondisinya dibanding Sungai Subayang.  Kampar Kiri lebih lebar dan berlumpur.  Airnya dalam, sehingga dua perahu karet yang digunakan oleh para aktivis River Defender dengan lancar dapat melintasi rute Lipat Kain – Gunung Sahilan di hari kedua ekspedisi Sungai Kampar ini.&lt;br /&gt;Seperti juga pengarungan di hari pertama, pengamatan, wawancara dan penelitian kualitas air juga dilakukan sepanjang perjalanan sejauh 50 kilometer ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cukup banyak aktivitas warga masyarakat yang dijumpai di sepanjang perjalanan, terutama yang terkait dengan Sungai Kampar Kiri ini.  Hampir setiap orang yang dijumpai adalah nelayan setempat yang mencari ikan untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk dijual.  Mereka umumnya menggunakan tiga jenis alat tangkap ikan, yaitu pancing, jaring hanyut, dan perangkap ikan yang disebut “lukah”.  Anehnya kondisi air sungai di sini berbeda jauh dengan di Sungai Subayang.  Secara kasat mata, air Sungai Kampar Kiri terlihat sangat keruh layaknya kopi susu yang terlampau banyak campuran susunya.  Berdasarkan pengukuran di lapangan, tingkat kecerahan airnya hanya sekitar 20 cm saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA1DO3NGU3I/AAAAAAAAAJY/aMOSFZqifWg/s1600/IMG_5881.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA1DO3NGU3I/AAAAAAAAAJY/aMOSFZqifWg/s320/IMG_5881.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480110244195881842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keanehan ini pun akhirnya terjawab ketika para aktivis River Defender mewawancarai beberapa orang nelayan itu.  Ternyata kebutuhan nelayan untuk mencari ikan telah mengalahkan logika mereka untuk mengais rejeki di air keruh.  Ikan yang mereka dapatkan tidak lah melimpah.  Mereka hanya mendapat beberapa ekor saja dalam setiap harinya.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang nelayan tua bernama Pak Darmawis, bertutur jujur tentang menurunnya hasil tangkapan ini.  “Dulu saya bisa dapat 30-40 kg ikan dalam sehari.  Namun sekarang air sungai telah keruh sehingga ikannya pun terkadang tak dapat”, jelas Pak Darmawis.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika ditanya lebih lanjut tentang penyebab kekeruhan sungai ini, Pak Darmawis mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh kegiatan penambangan emas di Sungai Sengingi.  Sungai Sengingi adalah salah satu anak Sungai Kampar Kiri yang berhulu di Kabupaten Kuantan Sengingi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA1GeYboVfI/AAAAAAAAAJg/_d-gF2gc3g8/s1600/IMG_5467.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA1GeYboVfI/AAAAAAAAAJg/_d-gF2gc3g8/s320/IMG_5467.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480113809348122098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para aktivis River Defender ternyata juga mendapat penuturan serupa dari hampir setiap nelayan yang dijumpai.  Semua mengeluh soal keruhnya air sungai sehingga mengurangi hasil tangkapan ikan mereka.  Padahal daerah sepanjang aliran sungai ini telah sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil ikan sungai.  Rusaknya kondisi air sungai tentu saja akan mengganggu perekonomian di kawasan ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai ilustrasi tambahan, dua desa di tepian Sungai Kampar Kiri, yaitu Desa Gunung Sahilan dan Sahilan Darussalam.  Dari penuturan seorang warga setempat, jika penduduk di kedua desa tersebut dihitung maka lebih dari 50% penduduknya menggantungkan hidup sebagai nelayan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-655272590464127084?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/655272590464127084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/mengais-rezeki-di-air-keruh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/655272590464127084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/655272590464127084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/mengais-rezeki-di-air-keruh.html' title='Mengais Rezeki Di Air Keruh'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TA0_LlkK6kI/AAAAAAAAAJQ/h8NYrJsS-Fo/s72-c/IMG_5318.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-8018139013201884763</id><published>2010-06-06T02:39:00.004+07:00</published><updated>2010-06-06T03:05:36.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hulu Kampar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keruh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tambang emas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pencemaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tambang pasir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merkuri'/><title type='text'>Hulu Kampar telah berubah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TAqt106h5oI/AAAAAAAAAJI/fLiCkCt__10/s1600/IMG_4703_resize.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 297px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TAqt106h5oI/AAAAAAAAAJI/fLiCkCt__10/s320/IMG_4703_resize.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479383036898436738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda bayangkan jika anda diminta turut serta dalam sebuah ekspedisi penyusuran sungai di Sumatera?  Bagi yang belum paham benar mungkin yang terbayang adalah kawasan hutan lebat di kiri-kanan sungai yang diarungi.  Begitu pun dengan saya.  Saat saya diajak turut serta, saya membayangkan akan merasakan suasana hutan belantara yang terbelah oleh sungai.  Setelah saya mencobanya … ternyata situasinya jauh berbeda.  Suasana liar dan alami yang saya bayangkan ternyata hanya bayang2 semu.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Beberapa teman baik mengundang saya untuk terlibat dalam ekspedisi penyusuran Sungai Kampar di Propinsi Riau.  Bagi saya ini adalah sebuah kesempatan langka yang saying jika harus ditolak.  Ada kerinduan dalam diri saya untuk kembali bertualang.  Tawaran bertualang di aliran sungai yang panjangnya ratusan kilometer ini  akhirnya saya terima.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Dari sebuah desa kecil di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, akhirnya saya bergabung dengan tim ekspedisi susur Kampar yang menamakan dirinya River Defender.  Akhirnya di desa ini, Desa Kuntu, saya memulai perjalanan petualangan ini.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sepanjang perjalanan saya selalu berharap dapat melintas diantara rerimbunan hutan tepian sungai.  Namun harapan saya ternyata tidak terpenuhi.  Sepanjang perjalanan saya hanya menyaksikan kondisi tepian sungai yang telah berubah menjadi kebun.  Daerah tepian sungai ini tenyata sudah berubah.  Nyaris tak ada satupun hutan yang saya temui.  Sepanjang kiri-kanan sungai telah berubah menjadi kebun-kebun karet dan kelapa sawit.  Saya belum melihat adanya hutan sama sekali.  Tepi sungainya penuh dengan runtuhan tanah akibat terjangan arus air.  &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Air sungai yang di bagian hilirnya menjadi Sungai Kampar ini terlihat keruh oleh tanah dengan warna coklat susu.  Seorang kawan anggota River Defender menyebutkan bahwa keruhnya air di sungai ini besar kemungkinannya disebabkan oleh meningkatnya aktivitas penambangan pasir dan batu (sirtu).  Menurutnya kekeruhan air di bagian hilir lokasi penambangan selalu lebih tinggi dibandingkan hulunya.  Hmmm … masuk akal juga  saya rasa.  Sepanjang penyusuran sungai hari ini saya menjumpai beberapa lokasi penambangan sirtu ini.  Bahkan aktivitas penambangan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti excavator.   Saya melihat sendiri betapa ganasnya alat keruk bermesin ini bekerja di tepian sungai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TAqrTieTAEI/AAAAAAAAAI4/ocNXy4MmG9c/s1600/excavator_resize.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 366px; height: 262px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TAqrTieTAEI/AAAAAAAAAI4/ocNXy4MmG9c/s400/excavator_resize.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479380248809373762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengalaman menyaksikan aktivitas penambangan pasir di tepian Sungai Kampar ini masih belum seberapa.  Beberapa saat setelah perahu kami merapat di Desa Rakit Gadang, kami langsung mendengar keluh-kesah warga setempat.  Bukan soal keruhnya air.  Tapi ini soal pencemaran bahan kimia berbahaya yang disebut merkuri.  Sebuah anak sungai kecil yang mengalir ke sungai ini ternyata membawa bahan pencemar beracun ini.  Sungai kecil itu bernama Sungai Sengingi.  Warga setempat mengatakan bahwa racun tersebut berasal dari kegiatan penambangan emas di wilayah hulu Sungai Sengingi itu.  Akibatnya kini warga setempat tak lagi dapat menggunakan air sungai untuk sumber air minum dan mandi.  Banyak ikan yang mati keracunan dan banyak juga warga yang gatal-gatal terkena air tercemar itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Ternyata … wilayah hulu Sungai Kampar telah berubah.  Tak hanya hutan yang hilang, tapi juga air yang keruh dan tercemar merkuri.  Arrrrgghhh!!!&lt;br /&gt;&lt;p&gt;[&lt;em&gt;dituliskan oleh salah seorang anggota tim Susur Kampar&lt;/em&gt;]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-8018139013201884763?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/8018139013201884763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/hulu-kampar-telah-berubah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/8018139013201884763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/8018139013201884763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/hulu-kampar-telah-berubah.html' title='Hulu Kampar telah berubah'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/TAqt106h5oI/AAAAAAAAAJI/fLiCkCt__10/s72-c/IMG_4703_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-654089535002220149</id><published>2010-06-03T15:23:00.000+07:00</published><updated>2010-06-03T15:24:34.426+07:00</updated><title type='text'>Purna MTQ Pekanbaru menjadi Saksi Pelepasan Tim Ekspedisi</title><content type='html'>‘Kegaduhan’ terjadi di ruang depan berukuran 5 x 6 meter itu. Dua orang sibuk melakukan check-list terhadap perlengkapan, dua orang lainnya menatap monitor laptop dengan worksheet excel, dan dua lainnya melakukan coret-coret di papan putih untuk simulasi estimasi waktu. Di ruangan itu juga tergeletak sebuah rubber-boat dengan dayung dan pelampungnya, selain itu gulungan terpal bertindihan dengan kotak plastik. Sementara dinding ruangan berhiaskan tempelan plano dengan coretan spidol warna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor di Jalan Nangka gg Subur di Pekanbaru ini –yang merupakan Kantor Hakiki- memang menjadi pusat kegiatan Ekspedisi Sungai Kampar, ekspedisi yang diinisiasi oleh Yayasan Mitra Insani,Telapak Badan Teritori Riau, Hakiki, dan AMAR, sebagai bagian dari upaya mewujudkan konsep Pengelolaan Sungai  berbasis Potensi secara Integratif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, tepat 2 hari sebelum pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan bersempena dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.  Ekspedisi akan berlangsung selama 7 hari, diawali pada 5 Juni 2010 di Desa Batu Sanggan – Kampar Kiri Hulu hingga Desa Teluk Meranti – Semenanjung Kampar pada 12 Juni 2010. Tim teknis sedang sibuk-sibuknya memastikan segala perlengkapan, perijinan, dan segala kebutuhan untuk kegiatan ini dapat dipersiapkan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwan ‘Wewen’ Binawan, Ketua Ekspedisi tengah mendiskusikan angka-angka budget kegiatan ini dengan Rahmad ‘Amek’ Sentosa. Mereka berdua nampak puas, dana kegiatan dengan ‘saweran’ini nampaknya akan mencukupi kebutuhan biaya ekspedisi. Lain halnya dengan Dedi dan Awang, yang sedang terlibat perdebatan terkait dengan kebutuhan logistik, serta Fatra dan Zen yang gaduh dengan simulasi ekspedisinya. Suasana yang ‘semrawut’ namun menyenangkan ini tentu teman-teman biasa temui menjelang deadline kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 12 orang  akan menjadi pelaksana ekspedisi ini, ditambah dengan dua orang tim support dari darat, dan seorang petugas di Pekanbaru yang akan menjadi benteng terakhir koordinasi dan tanggap darurat. Para penjelajah sungai ini akan melakukan petualangan sekaligus melaksanakan kampanye penyelamatan Sungai Kampar. Diskusi dengan masyarakat desa, serta pengamatan sosial, budaya dan ekologi akan menjadi agenda tim ekspedisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelepasan tim akan dilakukan di pelataran Gedung Purna MTQ Pekanbaru, pada Jumat (4/6) siang, setelah sebelumnya akan dilakukan konvoi tim ekspedisi untuk sosialisasi kegiatan ini dengan cara keliling kota Pekanbaru. Besar harapan, kegiatan ini akan menjadi titik awal upaya penyelamatan sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kita tunggu up-date harian dari kegiatan ini!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-654089535002220149?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/654089535002220149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/purna-mtq-pekanbaru-menjadi-saksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/654089535002220149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/654089535002220149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/06/purna-mtq-pekanbaru-menjadi-saksi.html' title='Purna MTQ Pekanbaru menjadi Saksi Pelepasan Tim Ekspedisi'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-5681698533021246256</id><published>2010-05-18T12:48:00.005+07:00</published><updated>2010-05-18T14:38:51.067+07:00</updated><title type='text'>Cerita dari Survey Jalur Ekspedisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/S_I29O869NI/AAAAAAAAAH4/8bTGpSYJhxQ/s1600/IMG_1186.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/S_I29O869NI/AAAAAAAAAH4/8bTGpSYJhxQ/s320/IMG_1186.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472496922822112466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari Pertama.....&lt;br /&gt;Malam minggu ini malam pertama dari kegiatan survey. Saya dan team survey menepi untuk membuat camp untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan besok pagi....sempat diawali dengan mesin boat yg susah distater tp alhamdulillah kendala ini bisa diselesaikan.&lt;br /&gt;Bagian logistik sibuk menyiapkan peralatan memasak untuk makan malam tapi ternyata air sungainya tidak bisa dipakai...dari awal sebetulnya sudah curiga karena sungai keruhnya lain. Dari cerita2 dgn masyarakat dipingir sungai kampar ini sungai mereka sudah tercemar oleh mercury akibat penambangan emas ilegal di anak2 sungai kampar. Miris sekali mendengar ini karena daerah ini masih masuk daerah hulu dari sungai kampar, terbayang saja berarti sampai kehilir kualitas airnya sudah rusak tidak layak dikonsumsi oleh makhluk hidup.&lt;br /&gt;Karena kondisi ini terpaksa kami menggunakan air galon mineral....makam malam akhir siap&lt;br /&gt;Besok team survey akan melanjutkan perjalanan menuju gunung sahilan...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/S_I0Z3FmpII/AAAAAAAAAHw/RG5zrMYlNM8/s1600/IMG_1209.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/S_I0Z3FmpII/AAAAAAAAAHw/RG5zrMYlNM8/s320/IMG_1209.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472494116097401986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari Kedua.....&lt;br /&gt;Bangun jam 06.00 pagi disambut oleh kabut dan matahari menyingsing dari ufuk timur. sebahagian anggota tim masih ada yang tidur. Gendut (logistik) sibuk menyiapkan teh, diliat ketempat perahu karet ditambatkan ternyata terdampar karena air sungai surut. 4 orang anggota tim termasuk saya akhirnya pagi - pagi terpaksa main lumpur untuk mengevakuasi perahu ke sungai.....&lt;br /&gt;setelah semua peralatan selesai dipacking dan disusun diperahu, tim melanjutkan perjalanan. setengah jam awal masih lancar - lancar saja, kemudian barulah masalah datang. mesin perahu (Yamaha 40 PK) ngulah lagi, digas kencang mesin mati....perahu hanya bisa berjalan lambat, kalah kencang dari perahu penangkap ikan yang hanya memakai mesin robin (mesin yg banyak dipakai penempel ban pinggir jalan). jarak 10 km ditempuh dalam waktu 4 jam. kemudian masalah baru muncul, mungkin karena panas lem perahu karet memuai sehingga sambungan  perahu bocor..perjalanan tetap dilanjutkan dengan sesekali perahu dipompa.&lt;br /&gt;sepanjang pinggiran sungai banyak dijumpai rumah - rumah tempat pencari ikan bermalam. dipinggiran sungai juga berjejer perkebunan sawit...langsung berbatasan dengan bibir sungai tanpa ada zona hijaunya..&lt;br /&gt;di desa subarak tim berhenti untuk menyebarkan leflet. sore hari kami baru sampai di desa Gunung Sahilan, setelah menyebarkan leflet dan minum yang dingin - dingin diwarung dekat pinggir sungai kami melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;kami baru berhenti untuk makan malam dan membuat camp pada jam 00.30 Wib di dekat desa Rantau Kasih.setelah makan malam tim berdiskusi dengan kondisi permasalahan yang ada, kesimpulan akhir perjalanan survey terpaksa harus dihentikan melihat kondisi mesin yang ngadat terus dan perahu bocor...mengecewakan memang karena tidak berhasil menyelesaikan misi ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ketiga...&lt;br /&gt;packing sambil menunggu kendaraan jemputan....jam 12 siang kami bergerak menuju kepekanbaru...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-5681698533021246256?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/5681698533021246256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/05/cerita-dari-survey-jalur-ekspedisi.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/5681698533021246256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/5681698533021246256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/05/cerita-dari-survey-jalur-ekspedisi.html' title='Cerita dari Survey Jalur Ekspedisi'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_57SRx8dCQAs/S_I29O869NI/AAAAAAAAAH4/8bTGpSYJhxQ/s72-c/IMG_1186.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-3351088717394669127</id><published>2010-05-11T13:36:00.002+07:00</published><updated>2010-05-14T01:19:49.072+07:00</updated><title type='text'>25 Hari Menuju Susur Sungai Kampar - Riau</title><content type='html'>Hari ini, tepat 25 hari menuju rencana kegiatan menyusuri DAS Kampar, sebuah DAS terpenting dari 5 DAS yang ada di Riau. Sejak ide kegiatan ini tercuat pada 29 Januari 2010 di Pekanbaru oleh Mitra Insani, Hakiki, AMAR, dan Telapak, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Konsep Pengelolaan Sungai Berbasis Potensi secara Integratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Sungai Kampar memang nyaris tak terdengar dibandingkan Semenanjung Kampar yang ngetop itu. Padahal, sungai inilah yang membatasi akses bagian selatan dari Semenanjung Kampar. Belum lagi jika dilihat potensi lingkungan DAS yang masih relatif terjaga dan kelengkapan aspek yang ada menjadi modal besar menuju pengelolaan sungai berbasis potensi secara integratif. Dengan panjang Sungai Kampar yang mencapai lebih dari 450 km -membentang di 2 kabupaten dimana melintasi tak kurang dari 47 desa- menjadikan sungai ini sebagai urat nadi kehidupan sosial-ekonomi-budaya masyarakat yang hidup di alirannya. Apalagi, inisiasi hutan desa yang juga sedang difasilitasi Telapak berada di hulu (Pangkalan Kapas) dan hilir (Teluk Binjai) sungai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 hari menuju kegiatan petualangan bernuansa lingkungan! Akan diawali dari Pangkalan Serai/Batu Sanggan di Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang dan Bukit Baling. Maka perjalanan awal ini akan melalui aliran sungai jernih dengan jeram-jeramnya yang menggoda untuk diarungi. Belum lagi bentang alam yang menyajikan pemandangan yang tentu tak akan membosankan untuk dinikmati. Namun bagi penikmat ikan, harus hati-hati jika memancing, jangan sampai melempar umpan di ‘Lubuk Larangan’ yang memang banyak terdapat di kawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari kawasan Rimbang Baling, maka Gunung Sahilan menunggu. Desa dengan tapak kerajaan masa lalu yang masih bisa dibuktikan sisa-sisa peninggalannya, akan memberikan sensasi berbeda! Setelahnya, berderet-deret desa dengan potensi ikan, karet dan wisata mancingnya, sebelum nanti (singkatnya) akan bertemu dengan BONO, gelombang air sungai akibat pertemuan air sungai dan pasang air laut di Teluk Meranti yang bergemuruh itu (Wah, bakalan panjang tulisannya, oleh karenanya akan dibuat terpisah saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 hari menuju Kampanye Penyelamatan Sungai! Pertemuan dengan masyarakat akan dilakukan di beberapa desa di aliran sungai ini. Penyebaran informasi terkait sungai dan kepentingannya, pemutaran film-film lingkungan, dan pengamatan aspek sosial, ekonomi, dan budaya, serta lingkungan akan menjadi bahan kampanye bagi masyarakat luar tentang betapa pentingnya DAS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 hari menuju kegiatan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup! 5 Juni memang menjadi momentum pelaksanaan kegiatan ini. Hingga saat ini, telah diinisiasi River Defender, sebuah kelompok yang berkomitmen untuk melakukan penyelamatan Sungai&lt;br /&gt;(http://www.facebook.com/home.php?#!/group.php?gid=115181581855422), pun bisa dilihat di http://www.kamparriverdefender.blogspot.com. Minggu ini, survey akan dilakukan di beberapa titik utama pelaksanaan, bersamaan dengan finalisasi komitmen media (surat kabar, radio, dan televisi) untuk penyebaran proses kegiatan, dan penggalangan dukungan para pihak lainnya untuk kegiatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siap-siap..... Tim Kampar River Defender akan dilepas secara resmi pada 3 Juni 2010 di halaman Kantor Gubernur Riau!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-3351088717394669127?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/3351088717394669127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/05/25-hari-menuju-susur-sungai-kampar-riau.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/3351088717394669127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/3351088717394669127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/05/25-hari-menuju-susur-sungai-kampar-riau.html' title='25 Hari Menuju Susur Sungai Kampar - Riau'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6953740079055276969.post-6689424822328877285</id><published>2010-05-07T11:30:00.000+07:00</published><updated>2010-05-09T21:36:37.354+07:00</updated><title type='text'>Ekspedisi Sungai Kampar</title><content type='html'>Ekspedisi sungai kampar dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup yang bertepatan pada tanggal 5 Juni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;didalam ekspedis ini, team ekspedisi ingin memotret kondisi hulu sampai hilir sungai kampar, dari segi sejarah,sosial ekonomi dan ekologi. team ekspedisi ingin mengangkat nilai-nilai penting sungai kampar dalam kehidupan masyarakat riau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6953740079055276969-6689424822328877285?l=kamparriverdefender.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/feeds/6689424822328877285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/05/ekspedisi-sungai-kampar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6689424822328877285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6953740079055276969/posts/default/6689424822328877285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamparriverdefender.blogspot.com/2010/05/ekspedisi-sungai-kampar.html' title='Ekspedisi Sungai Kampar'/><author><name>River Defender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09922202014019684974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
