Minggu, 17 April 2011

Berapakah kebutuhan air yang dibutuhkan untuk membuat secangkir kopi.....

Sumber : Kompas
http://sains.kompas.com/read/2011/03/22/19214248/Secangkir.Kopi.Perlu.140.Liter.Air



Berapa jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi? Beberapa dari Anda mungkin akan dengan mudah menjawab, "Pastinya satu cangkir." Tapi, berdasarkan Water Footprint, rata-rata jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi adalah 140 liter.

Bagaimana bisa? Water Footprint tak hanya menghitung air yang digunakan untuk menyeduh kopi, tetapi juga total air yang dibutuhkan untuk menanam dan memelihara kopi, memanen, dan memrosesnya hingga menjadi biji kopi yang siap digiling, didistribusikan, hingga akhirnya disajikan di meja.

Jumlah tersebut cukup mengagetkan. Namun hal itu bisa menjadi cerminan bahwa pemakaian air dalam bidang pertanian, industri, dan konsumsi masyarakat tak terkirakan. Contoh lain, menyajikan secangkir teh memerlukan 35 liter air dan menyajikan 1 kg nasi memerlukan 3.000 liter air.

Untuk melihat dan mengontrol konsumsi air, pada tanggal 28 Februari 2011 lalu Global Water Footprint Standard merilis catatan terbaru. Catatan yang merupakan standar tersebut dikembangkan oleh Water Footprint Network dengan 139 partner, ilmuwan dari Universitas Twente, Belanda, serta kalangan LSM, perusahaan, dan pembuat kebijakan.

Minggu, 03 April 2011

BONO "TUJUH GELOMBANG HANTU"

Teluk Meranti merupakan sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau. Secara geografis lokasi teluk meranti berada di bantar sungai kampar tepat di hilir / muara sungai kampar.


Sungai kampar yang secara administrasi terletak di 2 kabupaten di Propinis Riau yaitu Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan. Untuk di wilayah kabupaten pelalawan sungai kampar menyimpan sebuah fenomena alam yang sangat menakjubkan yang masyarakat biasa meyebutnya dengan "Bono"!


Senin, 28 Maret 2011

Hari Air Sedunia, Entah Untuk Siapa?

Pekanbaru | Sungai Sail. Tepat pada hari Sabtu, 26 Maret 2011, River Defender bersama dengan Koalisi Rakyat Untuk Hak Atas Air (KRuHA) Wilayah Riau (http://www.kruha.org/) melakukan kegiatan penyelamatan sungai melalui aksi bersih dan
penanaman pohon di sungai sail. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari air sedunia yang bertepatan pada tanggal 22 Maret dengan tema Water for Cities, Responding to The Urban Challenge (Air Perkotaan dan Permasalahannya). Maksud dari aksi ini adalah melakukan penyelamatan sungai yang merupakan salah satu sumber air untuk wilayah Pekanbaru dengan melibatkan peran masyarakat, karena permasalahan yang berada di aliran sungai adalah akibat pengelolaan sampah rumah tangga dan industri yang berada di sepanjang sungai yang tidak dikelola dengan baik.

Di dalam aksi kali ini, River Defender melibatkan Pemda Kota Pekanbaru melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Pasukan Khas Angkatan Udara (PASKHAS AU), Mahasiswa, Pelajar dan masyarakat sekitar sungai. Himbauan di sampaikan memalui selembar surat yang di kirimkan ke masing-masing instansi tersebut diatas. Keterlibatan dari berbagai pihak dalam melakukan penyelamatan sungai Sail, yang kita sebut sebagai sungai perkotaan karena mengalir tepat dari jantung kota pekanbaru belum memenuhi apa yang River Defender harapkan.